Berita

Rocky Gerung. (Foto: YouTube Rocky Gerung Official)

Politik

Ironi Sumbangan Rp17 Triliun dan Kasus Siswa SD Bunuh Diri

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 05:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump dengan konsekuensi membayar iuran Rp17 triliun terus menuai kritik.

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik pedas sumbangan tersebut saat berbicara di hadapan mahasiswa. Ia menyinggung besarnya iuran itu yang dikaitkan dengan kasus siswa kelas IV SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya tadi baca berita di NTT, anda tahu berita itu, anak umur 10 tahun memilih bunuh diri, saya pakai kata memilih. Untuk menyelamatkan hidup di dunia, dia minta dibelikan buku, ibunya bilang tidak ada uang, lalu dia memilih bunuh diri, satu tindakan Republikanisme,” kata Rocky dikutip dalam kanal youTube pribadinya, Rabu, 4 Februari 2026.


“Yang kalau kita bongkar, anak 10 tahun bisa memilih bunuh diri dan menulis surat pada ibunya, ‘ibu saya pergi dulu, ibu tidak perlu bersedih'. Harga buku itu berapa? (misal) Rp10 ribu. Rp10 ribu (itu) berapa per mil dari Rp17 triliun yang disumbangkan oleh Prabowo pada Donald Trump?” sambungnya menegaskan.  

Rocky menjelaskan bahwa siswa tersebut telah mengirim pesan mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang minim dengan etos Republikanisme. 

“Dia memilih untuk dia mau pergi, dan tanpa ragu dia putuskan, hidup saya harus saya hentikan supaya hidup ibu saya berlanjut, supaya hidup lima adiknya berlanjut, supaya hidup di kecamatan itu berlanjut, supaya publik mengerti bahwa ada yang tidak beres dengan urusan republik. God of small things,” pungkas Rocky.
 
Siswa kelas IV SD berinisial YS sebelumnya ditemukan gantung diri di pohon cengkeh akibat tidak dibelikan buku oleh ibunya di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, Kamis, 29 Januari 2026. YS sempat menulis surat kepada sang ibu yang isinya sangat menyentuh hati.  


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya