Berita

Cabai rawit merah. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Harga Cabai Rawit Meroket di Kota Bogor Jelang Ramadan

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 04:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Harga kebutuhan rumah tangga seperti cabai, tomat dan bawang di Pasar Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengalami kenaikan signifikan.

Terutama komoditas cabai rawit jenis jablay yang makin Seuhah (istilah orang Sunda jika memakan pedas) lantaran tembus Rp70 ribu per kilogram. 

Salah satu pedagang, Enjang mengatakan, kenaikan harga pada bawang dan cabai ini karena pasokan dari tingkat petani berkurang, ditambah dengan cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu. 


Kenaikan paling mencolok, lanjut dia, terlihat pada cabai rawit jenis 'jablay' yang kini menyentuh harga jual Rp70 ribu per kilogram, padahal dalam kondisi normal harganya hanya berkisar Rp30 ribu per kilogram.

"Cabai jablay saja modalnya sudah Rp60 ribu, jadi kita jual Rp70 ribu. Untuk cabai daerah modalnya Rp45 ribu, sementara rawit hijau kita jual di harga Rp50 ribu per kilonya," kata Enjang dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Selasa malam, 3 Februari 2026.

Enjang menambahkan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah. Harga jual bawang kini mencapai Rp40 ribu per kilogram, naik dua kali lipat dari harga normal yang biasanya hanya Rp20 ribu per kilogram. 

Menurutnya, kenaikan harga ini bukan semata-mata karena momentum menjelang puasa, melainkan karena terbatasnya pasokan. 

"Jika stok dari petani melimpah, harga akan tetap stabil meski di bulan Ramadan," ucapnya. 

Namun, kondisi cuaca hujan belakangan ini sangat memengaruhi hasil panen petani, terutama untuk komoditas cabai. 

"Yang bikin naik itu karena pasokannya sedikit. Kalau hujan, cabai memang sangat terpengaruh, stok jadi kurang dan itu yang bikin mahal," jelasnya.

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada perilaku konsumen. Banyak pelanggan yang mulai membatasi jumlah pembelian guna menyiasati pengeluaran.

"Pelanggan banyak yang komplain. Biasanya ada yang beli satu kilo, sekarang dikurangi jadi setengah kilo saja," ujarnya.

Untuk meminimalisir kerugian, Enjang mengaku, para pedagang terpaksa mengubah strategi stok barang. Jika biasanya mampu menyetok hingga satu kuintal bumbu, kini ia hanya berani membawa sekitar 50 kilogram. 

"Strategi stok harian ini diambil agar barang dagangan selalu habis setiap hari dan menghindari risiko barang busuk saat harga sedang tinggi," tandasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya