Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Politik

Purbaya Sindir Era SBY hingga Sesumbar Lebih Baik dari Sri Mulyani

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 21:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 mampu menembus level 6 persen dan terus meningkat setiap tahun.

Keyakinan ini bahkan dibumbui sesumbar bahwa kinerjanya lebih baik dibanding Menteri Keuangan sebelumnya. Sebelum dijabat Purbaya, Menteri Keuangan diemban Sri Mulyani Indrawati.

"Saya memiliki cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh 6 persen atau 6,5 persen atau 7 persen. Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya," kata Purbaya saat acara Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.?


Ia lantas menyinggung kinerja Menteri Keuangan era sebelumnya yang tidak mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi selama dua dekade terakhir. Bahkan ia juga menyinggung pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana pertumbuhan ekonomi lebih banyak digerakkan sektor swasta. 

“Selama 20 tahun terakhir, mesin pertumbuhan kita lumpuh. Dalam 10 tahun pertama era Yudhoyono, hanya sektor swasta yang menggerakkan ekonomi, sementara pemerintah pada dasarnya hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa. Dia tidak membangun banyak infrastruktur,” tuturnya.

Sementara di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), dorongan utama pertumbuhan lebih bertumpu pada belanja pemerintah.

“Jokowi membangun infrastruktur di mana-mana di negara ini, tetapi sektor swasta pada dasarnya agak lesu karena kebijakan moneter tidak mendukung sektor swasta,” tuturnya.

Maka dari itu, Purbaya akan mengoptimalkan peran sektor pemerintah dan swasta secara bersamaan sebagai mesin pertumbuhan.

“Dengan itu saja meningkatkan pertumbuhan sekitar 6 persen itu mudah. Menurut saya, pertumbuhan sekitar 6 persen tidak begitu sulit," imbuhnya.

Purbaya meyakini ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berada di kisaran 6-7 persen, arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) akan datang secara alami. Karena itu, ia menegaskan tidak ingin secara aktif mengejar investor asing dalam kondisi ekonomi yang belum optimal.

"Saya tidak ingin pergi ke mereka (investor) dan meminta (investasi), pada saat yang sama kondisi ekonomi kami tidak baik. Ketika saya memiliki kondisi ekonomi yang baik, mudah untuk menarik mereka," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya