Berita

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu. (Foto: Repro YouTube DPR)

Politik

BNPB Didorong Perkuat Edukasi Potensi Bencana

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 18:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penguatan edukasi kebencanaan dan transparansi data potensi bencana yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disorot Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu.

Pasha menegaskan, Jakarta sebagai daerah pemilihan memiliki potensi bencana serius, termasuk banjir rob, namun masyarakat kerap kebingungan karena minimnya penjelasan teknis.

“Kalau kami ditanya, kami tidak paham teknisnya, bagaimana kami harus menjelaskan?” ujar Pasha dalam rapat kerja Komisi VIII DPR bersama BNPB, BPKH, Baznas dan Kemensos, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 3 Februari 2026.


“'Bapak, saya ini gimana kalau terjadi banjir? Saya mau jawab apa, Pak Kepala?' Apa saya harus jawab?” sambungnya menirukan keluhan warga Jakarta.

Legislator PAN itu pun mendorong agar BNPB lebih aktif melakukan sosialisasi dengan melibatkan anggota DPR di daerah. Menurutnya, jika belum tersedia anggaran khusus, edukasi bisa disinergikan dengan program DPR.

Selain edukasi, Pasha mempertanyakan progres riset dan pemetaan data potensi bencana BNPB, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan, deforestasi, dan kebakaran hutan di sejumlah daerah.

“Sudah sejauh mana riset BNPB ini, Pak? Kalau kasus di Sumatera Utara ini entah pertambangan, entah penebangan hutan, entah kebakaran dan lain sebagainya, Pak, faktanya longsor terjadi, Pak Kepala,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Pasha menyampaikan apresiasi terhadap BNPB dan Kementerian Sosial yang dinilainya bekerja tanpa henti di tengah keterbatasan sumber daya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya