Berita

Ilustrasi

Politik

Pasar Modal Ambruk Bukti OJK dan BEI Lumpuh Struktural

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gejolak pasar modal di Indonesia akibat sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukan sekadar persoalan teknis. 

Dikatakan Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri, gejolak itu justru menjadi bukti kegagalan struktural regulator pasar modal Indonesia, yakni  Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Deni, keputusan MSCI menahan rebalancing indeks Indonesia serta meninjau ulang aspek free float dan transparansi kepemilikan saham telah memicu koreksi tajam di pasar saham nasional, dengan IHSG anjlok nyaris 7 persen.


"Ini bukan sekadar isu teknis. Ini indikator kegagalan regulator domestik OJK dan BEI dalam memastikan keterbukaan informasi, akurasi data kepemilikan, serta kualitas tata kelola emiten," ujar Deni di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Lembaga sekelas MSCI, lanjut Deni, menemukan bahwa data free float emiten Indonesia tidak kredibel, kepemilikan saham tidak transparan, serta banyak perusahaan publik tidak memenuhi standar global terkait material information.

Pakar perbankan ini menegaskan, ketika Self Regulatory Organization (SRO) gagal memperbaiki dirinya sendiri dan OJK tidak mampu melakukan oversight substantif, maka Pemerintah harus turun tangan melakukan intervensi struktural.

"Kasus MSCI ini harus menjadi alarm keras. Aturan free float tidak akurat, kepemilikan saham tidak transparan, dan keterbukaan informasi tidak memenuhi standar global," tegasnya.

Menurut Deni, pasar modal Indonesia memang tumbuh pesat, namun kualitas pengawasan tidak mengimbangi pertumbuhan tersebut. 

BEI sebagai SRO dinilai memiliki konflik kepentingan yang melekat, sementara OJK beroperasi dengan kapasitas investigatif yang lemah.

Deni juga menyoroti konflik kepentingan BEI yang dinilai gagal mengawasi dirinya sendiri. Padahal, BEI memperoleh pendapatan signifikan dari biaya pencatatan (listing), transaksi, hingga keanggotaan.

"BEI punya insentif menjaga citra, bukan mengungkap pelanggaran. Kasus MSCI membuktikan BEI gagal memverifikasi free float, memastikan transparansi kepemilikan, dan menegakkan standar global," paparnya.

Karena itu, Deni mendorong Pemerintah segera melakukan reformasi struktural demi menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia. 

Ia mengusulkan sejumlah langkah, mulai dari reformasi kepemimpinan OJK dan BEI, audit nasional free float dan beneficial ownership, pembentukan badan supervisi independen, penguatan penegakan hukum pasar modal, hingga revisi Undang-Undang Pasar Modal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya