Berita

Kolase KH Said Aqil Siroj dan KH Abdussalam Shohib. (Foto: Istimewa)

Politik

Duet Said Aqil–Gus Salam Dinilai Mampu Benahi PBNU

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 dinilai memerlukan solusi kepemimpinan yang meneduhkan.

Menurut Mustasyar PBNU periode 2021–2026, KH Asyhari Abdulah Tamrin, NU berada pada fase penting untuk melakukan koreksi dan penataan arah kepemimpinan.

“NU berada pada momentum krusial untuk melakukan koreksi dan penataan arah kepemimpinan. Dinamika internal PBNU dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari ketegangan struktural, melemahnya konsolidasi, hingga polemik yang berdampak pada persepsi publik, menuntut solusi kepemimpinan yang bersifat menyeluruh, meneduhkan dan berjangka panjang,” kata KH Asyhari, Selasa, 3 Februari 2026.


Dalam konteks tersebut, KH Asyhari menyebut munculnya diskursus pasangan KH Said Aqil Siroj sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdussalam Shohib sebagai Ketua Umum PBNU sebagai tawaran kepemimpinan yang dinilai mendesak.

“Diskursus tersebut tidak dimaksudkan sebagai kampanye personal, melainkan sebagai ikhtiar intelektual-kultural untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu menyelesaikan persoalan mendasar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menilai, konflik dan fragmentasi di tubuh PBNU tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif atau mekanisme prosedural. NU, kata dia, membutuhkan figur yang memiliki otoritas moral, kewibawaan keulamaan, serta legitimasi kultural.

“KH Said Aqil Siroj dengan kedalaman ilmu dan pengalaman panjang dalam memimpin NU dipandang mampu menjadi poros rekonsiliasi, rujukan keagamaan, sekaligus peneduh bagi beragam perbedaan yang berkembang di internal jam’iyyah,” katanya.

Sementara itu, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam dinilai memiliki akar kuat di tradisi pesantren dan kedekatan kultural dengan basis warga nahdliyyin.

“Gus Salam dipandang memiliki kemampuan menggerakkan pembenahan organisasi secara kolektif,” lanjut KH Asyhari.

Rais Syuriah PWNU DIY periode 2006–2021 ini juga menekankan pentingnya penataan ulang tata kelola PBNU agar lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada khidmah, bukan konflik.

“Urgensi pasangan ini pada Muktamar NU ke-35 terletak pada kemampuannya menjawab tiga agenda strategis NU sekaligus,” ujar KH Asyhari.

Pertama, menurutnya, rekonsiliasi internal PBNU dengan menutup ruang polarisasi dan mengakhiri konflik yang menguras energi organisasi. Kedua, pembenahan organisasi melalui penguatan sistem, disiplin struktur, serta penegasan kembali fungsi PBNU sebagai pelayan jam’iyyah dan jama’ah.

“Ketiga, pemulihan nama baik NU, agar kembali tampil sebagai organisasi ulama yang bermartabat, teduh dan menjadi teladan dalam kehidupan kebangsaan,” tegasnya.

Lebih jauh, KH Asyhari mengatakan pasangan KH Said Aqil Siroj dan Gus Salam membawa harapan kebangkitan NU secara substantif, yang ditandai dengan soliditas ulama, penguatan pesantren, tertibnya organisasi, serta pulihnya kepercayaan publik.

Menurutnya, Muktamar ke-35 NU bukan sekadar forum pemilihan, melainkan momentum penyembuhan dan pembaruan.

“NU tidak membutuhkan kepemimpinan yang memperpanjang konflik, tetapi kepemimpinan yang mampu menyatukan kembali barisan, merawat tradisi dan menatap masa depan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Dalam kerangka itu, ia menilai pasangan KH Said Aqil Siroj dan Gus Salam layak dipertimbangkan sebagai solusi strategis bagi NU hari ini dan fondasi arah PBNU ke depan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya