Berita

Ilustrasi (RMOL via AI)

Bisnis

Bitcoin Anjlok, Likuidasi Pasar Kripto Tembus 2,5 Miliar Dolar AS

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Volatilitas tinggi di pasar kripto memicu likuidasi besar-besaran posisi Bitcoin senilai sekitar 2,56 miliar Dolar AS dalam beberapa hari terakhir. 

Data dari CoinGlass menunjukkan aksi likuidasi ini terjadi setelah pasar kripto ikut tertekan oleh gelombang aksi jual di aset berisiko lain, seperti saham dan logam mulia.

Meski angka likuidasi tersebut masih jauh di bawah rekor sekitar 19 miliar Dolar AS, yang pernah terjadi ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap China, analis menilai kejadian terbaru ini kembali menegaskan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap perubahan sentimen risiko global.


Tekanan terhadap kripto tidak hanya berasal dari volatilitas alaminya, tetapi juga dari kekhawatiran baru terhadap perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) serta kejatuhan harga emas dan perak. Sentimen pasar memburuk setelah Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve berikutnya.

“Dalam beberapa bulan terakhir, investor tampaknya mulai mengambil langkah mundur untuk meninjau ulang kerangka manajemen risiko mereka dan cara beroperasi di pasar ini,” ujar Adam McCarthy, analis riset senior di penyedia data pasar digital Kaiko, dikutip dari Reuters, Selasa 3 Februari 2026.

Bitcoin sendiri sempat jatuh hingga 104.782,88 Dolar AS pada periode 10-11 Oktober 2025, tak lama setelah mencetak rekor tertinggi baru di atas 126.000 Dolar AS . Hingga kini, aset digital utama itu belum mampu kembali ke level tersebut. Harga terakhir tercatat di kisaran 78.396 Dolar AS, setelah turun lebih dari 6 persen pada Sabtu lalu. Likuiditas yang tipis di akhir pekan turut memperparah tekanan penurunan harga, menurut analis Bitfinex.

Jim Ferraioli, Direktur Riset dan Strategi Kripto di Schwab Center for Financial Research, menyebut risiko terbesar bagi harga kripto saat ini justru datang dari faktor eksternal. Ia menilai lonjakan pengangguran atau memburuknya sentimen terhadap sektor AI dapat menjadi pemicu tekanan lanjutan.

Dalam sepekan terakhir, pasar keuangan dibanjiri berbagai kabar negatif yang menekan sentimen investor. Salah satunya adalah laporan kinerja Microsoft yang mengecewakan, khususnya pertumbuhan pendapatan unit komputasi awan Azure yang hanya sedikit di atas ekspektasi. Kondisi ini memicu kekhawatiran soal belanja AI dan membuat saham Microsoft anjlok sekitar 10 persen keesokan harinya.

Pasar juga menilai pencalonan Warsh berpotensi mengarah pada kebijakan pemangkasan suku bunga, namun disertai pengetatan neraca keuangan, yang dipandang cenderung bersikap lebih hawkish.
Pengumuman tersebut langsung memicu aksi jual tajam di pasar logam mulia pada Jumat. Harga perak mencatat hari terburuk sepanjang sejarahnya, sementara emas mengalami penurunan harian terdalam sejak 1983.

“Investor sebenarnya sudah mencari alasan untuk mengurangi eksposur risiko, dan akhirnya mereka mendapat beberapa alasan sekaligus,” kata David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya