Berita

Lokasi kejadian ODGJ menyerang Satpol PP di Dukuh Krajan, Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen. (Foto: RMOLJateng/Istimewa)

Nusantara

Anggota Satpol PP Tewas Ditebas ODGJ di Kebumen

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 01:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Seorang anggota Satpol PP Kebumen diserang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) saat melakukan evakuasi di Kecamatan Alian, Kebumen. Korban terkena senjata tajam hingga meninggal karena pendarahan.

Kejadian bermula pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 14.00 WIB saat tim Puskesmas Alian melakukan evakuasi terhadap ODGJ di Dukuh Krajan, Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebumen. 

Evakuasi tersebut melibatkan tiga anggota Polsek Alian, Polres Kebumen, dua anggota Koramil Alian, lima anggota Satpol PP, satu perwakilan pemerintah, serta keluarga pelaku.


ODGJ bernama Ruwandi tersebut menolak untuk dievakuasi dan keluar rumah dengan membawa sabit dan linggis serta pisau daging yang diletakkan di pinggang. Pelaku kemudian mengejar korban, Mochamad Faik (34) yang merupakan personel Satpol PP Kebumen. Leher korban kemudian terkena sabetan senjata tajam.

Korban mengalami luka sayat serius dan pendarahan hebat, lalu dibawa ke RS dr. Soedirman Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar 30 menit setelah perawatan. 

Polres Kebumen melakukan penyelidikan mendalam dan mengamankan barang bukti, termasuk sabit, pisau daging, dan linggis. 

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengungkapkan duka mendalam atas kejadian tersebut. 

"Saat ini Polres Kebumen sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini," kata AKBP Putu dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin malam, 2 Februari 2026.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menambahkan, kasus tersebut saat ini ditangani Unit Reskrim Polsek Alian bersama Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Kebumen sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penyelidikan masih berjalan untuk mendalami unsur peristiwa, termasuk rangkaian tindakan saat evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku,” pungkas Yofi.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya