Berita

Guru Honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Indah Permata Sari. (Foto: Repro TV Parlemen)

Politik

Air Mata Guru Honorer Tumpah saat Rapat Baleg DPR

Gagal PPPK hingga Terancam Dirumahkan
SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 16:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nasib tragis guru honorer mencuat dalam rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026.

Seorang guru honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Indah Permata Sari, menyampaikan curahan hati yang memilukan terkait sulitnya akses pendataan hingga peluang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Indah mengungkapkan, namanya termasuk dalam daftar 265 tenaga honorer yang hingga kini belum masuk dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik, meski telah memenuhi masa kerja yang dipersyaratkan.


“Padahal saya sudah memenuhi masa kerja, tapi untuk masuk Dapodik itu sulitnya luar biasa Pak,” kata Indah.

Indah menilai, persoalan pendataan diperparah oleh minimnya informasi dari Dinas Pendidikan yang tidak tersampaikan secara menyeluruh ke sekolah-sekolah.

“Jadinya kita ketinggalan info,” kata Indah.

Akibat tidak terdaftar dalam Dapodik, Indah dan rekan-rekannya harus menelan pil pahit ketika seleksi PPPK digelar. Kesempatan mengikuti tes pun pupus.

“Kita semua tidak bisa Pak, tertinggal. Bahkan terbayang-bayang akan dirumahkan Itu paling sedih sih Pak,” kata Indah dengan suara bergetar sambil menyeka air mata.

Kondisi tersebut menjadi pukulan emosional tersendiri bagi para guru honorer yang menggantungkan hidup dari profesi pendidik. Indah mengaku, demi bertahan hidup, ia harus mencari penghasilan tambahan di luar jam mengajar.

“Harapan saya dan teman-teman tenaga pendidik dan guru yang lain, bisa ikut PPPK penuh waktu, paling itu sih Pak,” kata Indah.

“Karena saya juga seperti yang tadi Bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry Pak. Mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan,” pungkas Indah dengan terisak.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya