Berita

Ilustrasi/Foto: PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)

Bisnis

Sektor Sawit 2025: Volume Ekspor Melambung, Indonesia Perkokoh Dominasi Global

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor hijau Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin 2 Januari 2026, Indonesia tercatat sukses mengapalkan 23,61 juta metrik ton minyak sawit mentah (CPO) dan produk olahannya sepanjang tahun 2025.

Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 9,09 persen dibandingkan performa tahun sebelumnya. Secara finansial, lonjakan volume ini menyumbang devisa negara yang fantastis, yakni mencapai 24,42 miliar Dolar AS.

Menutup kalender 2025, Desember menjadi bulan yang sangat produktif. Indonesia mengirimkan 2,75 juta ton sawit dengan nilai transaksi mencapai 2,79 miliar Dolar AS. Konsistensi ini membuktikan bahwa permintaan global terhadap komoditas unggulan Indonesia tetap solid meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.



Dinamika Harga Global

Kenaikan nilai ekspor sebesar 24,42 miliar ini tidak hanya didorong oleh volume, tetapi juga didukung oleh rata-rata harga CPO global yang relatif stabil di level tinggi sepanjang 2025 akibat pengetatan suplai minyak nabati dunia lainnya (seperti minyak kedelai dan bunga matahari).

China, India, dan Uni Eropa tetap menjadi pasar tradisional terbesar. Namun, pada 2025 terjadi peningkatan serapan pasar baru di kawasan Afrika dan Asia Tengah yang mulai beralih ke produk olahan sawit Indonesia.

Dari total 23,61 juta ton, porsi produk olahan (seperti RBD Palm Olein) tercatat lebih dominan dibandingkan CPO mentah. Ini menunjukkan keberhasilan kebijakan hilirisasi pemerintah yang mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi.

Memasuki awal 2026, tantangan utama industri sawit diperkirakan terletak pada implementasi regulasi deforestasi global yang semakin ketat dan rencana peningkatan mandatori biodiesel domestik (seperti B40/B50) yang mungkin akan sedikit mengerem volume ekspor demi mengamankan kebutuhan dalam negeri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya