Berita

Ilustrasi (RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Nomura Turunkan Rating Saham Indonesia, Susul Goldman dan UBS

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tekanan eksternal terhadap pasar saham Indonesia semakin menguat pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. 

Pengelola investasi asal Jepang, Nomura menurunkan rekomendasi saham RI menjadi netral dari sebelumnya overweight, menyusul meningkatnya potensi arus keluar dana asing.

Dalam laporan riset yang dikutip dari Bloomberg, langkah Nomura sejalan dengan sikap Goldman Sachs dan UBS. Ketiganya menyoroti peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kemungkinan penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market.


“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth dalam catatannya.

Sebelumnya, Nomura, kata Seth menilai positif saham Indonesia yang didorong oleh valuasi relatif yang menarik, hingga ekspektasi stabilisasi ekonomi dan laba korporasi.

“Sikap positif kami sebelumnya didasarkan pada valuasi relatif yang menarik, harapan kami akan stabilisasi ekonomi dan pendapatan perusahaan, serta ekspektasi pasar yang rendah setelah kinerja buruk yang berkepanjangan," tuturnya.

Ia juga mencatat bahwa saham dan nilai tukar Indonesia sebelumnya menawarkan profil risiko dan imbal hasil yang menarik bagi investor berjangka panjang.

“Saham dan mata uang sebelumnya berpotensi menciptakan profil risk-reward yang menarik bagi investor yang sabar,” tulisnya.

Namun, perubahan pandangan Nomura ini telah memperpanjang daftar sentimen negatif terhadap pasar saham nasional.

Sebagai catatan, Nomura merupakan pengelola kekayaan terbesar di Jepang dengan aset klien sekitar 153 triliun Dolar AS dan menguasai sekitar 15 persen pangsa pasar domestik.

Sebelumnya, Goldman Sachs telah lebih dulu menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight dalam laporan Asian Equity Perspectives Portfolio Strategy yang dirilis pada 29 Januari 2026.

Sementara itu, UBS Group AG juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. UBS menilai kekhawatiran MSCI terkait investability dan potensi reklasifikasi ke frontier market akan menjadi beban berkepanjangan hingga ada kejelasan arah kebijakan regulator serta hasil evaluasi ulang MSCI.

“Kami memperkirakan overhang di pasar akan bertahan sampai terdapat kejelasan regulasi dan evaluasi MSCI,” tulis analis UBS yang dipimpin Sunil Tirumalai dalam riset 28 Januari 2026.

Untuk diketahui, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri pada siang ini terus mengalami tekanan. Hingga pukul 14.15 WIB, IHSG terus merosot 5,35 persen atau 445,90 point 7.883. Pelemahan itu nyaris tak berubah semenjak pembukaan perdagangan pada pagi ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya