Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Langkah Prabowo Gabung BoP Disoal

Pasbata: Jangan Bodohi Rakyat dengan Narasi Murahan

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam kerja sama Board of Peace (BoP) bersama Amerika Serikat merupakan kebijakan diplomasi perdamaian, bukan bentuk keberpihakan terhadap konflik atau negara tertentu.

Dikatakan Ketua Umum Pasbata Prabowo, David Febrian, belakangan langkah Presiden Prabowo sengaja dipelintir oleh kelompok musuh politik yang tengah membangun narasi menyesatkan, seolah-olah Indonesia mendukung Israel. 

Menurutnya, pola semacam ini bukan hal baru dan selalu muncul setiap kali pemerintah mengambil langkah strategis di tingkat global.


“Ini pola lama. Mereka memotong konteks, memainkan emosi publik, lalu menggiring opini seakan-akan negara ini berpihak pada penjajahan. Rakyat jangan dibodohi dengan cara-cara seperti ini,” tegas David Febrian, Senin 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa BoP bukan aliansi militer, bukan dukungan perang, dan bukan pengakuan terhadap pendudukan ilegal. 

"Kerja sama tersebut merupakan ruang diplomasi keamanan dan kemanusiaan, di mana Indonesia justru membawa nilai keadilan, hukum internasional, serta perlindungan rakyat sipil ke forum global," katanya.

Ia menegaskan, Presiden Prabowo memilih jalan kepemimpinan aktif, bukan politik teriak dari pinggir. Dengan tetap berada di forum internasional, Indonesia menjaga posisi tawar, suara moral, dan kepentingan nasional, sekaligus memastikan isu kemanusiaan, termasuk Palestina tetap diperjuangkan secara nyata, bukan sekadar slogan.

“Indonesia hadir bukan untuk membela perang, tetapi untuk menghentikan perang. Bukan untuk tunduk pada kekuatan besar, melainkan memastikan suara keadilan tidak dimonopoli pihak tertentu,” pungkas David.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya