Berita

Ratusan hektare sawah puso di Kendal akibat musim hujan. (Foto: RMOLJateng/H Nugraha)

Nusantara

Ratusan Hektare Sawah di Kendal Gagal Panen Imbas Banjir

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 03:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Banjir akibat hujan ekstrem yang melanda Kabupaten Kendal berdampak serius pada sektor pertanian. Sebanyak 304 hektare lahan sawah dipastikan gagal panen (puso), sementara ratusan hektare lainnya masih terendam dan terancam rusak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyebut total sawah terdampak banjir mencapai sekitar 1.600 hektare.

“Yang sudah masuk kategori puso sekitar 304 hektare, dan jumlah ini masih bisa bertambah karena curah hujan tinggi masih berlangsung,” ujar Pandu dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu malam, 1 Februari 2026.


Sawah yang terendam banjir tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kaliwungu, Brangsong, Patebon, dan Rowosari.

Pemerintah Kabupaten Kendal saat ini masih melakukan pendataan kerusakan di lapangan.

Pandu menjelaskan, Pemkab Kendal telah mengusulkan bantuan benih dan pupuk ke pemerintah provinsi dan pusat.

Namun, dalam APBD Kendal belum tersedia pos khusus untuk bantuan pertanian akibat bencana.

“Biasanya bantuan dari pusat baru turun dua hingga tiga bulan karena proses pengadaan dilakukan bersamaan dengan daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Kendal, Haji Tardi berharap pemerintah segera turun tangan membantu petani.

“Petani butuh bibit dan pupuk. Untuk sawah yang sudah dipupuk sebelum banjir, jatah pupuk subsidi sudah habis terpakai,” ujar Tardi.

Petani Kendal kini berharap bantuan pemerintah dapat segera direalisasikan agar kerugian tidak semakin besar dan produksi pangan daerah tetap terjaga.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya