Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

Politik

Menag: Tantangan NU ke Depan Membutuhkan Figur Manajer dan Pemimpin

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Memasuki usia satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada tantangan besar yang menuntut hadirnya figur kepemimpinan yang tidak hanya kuat sebagai pemimpin (leader), tetapi juga cakap sebagai manajer.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai dinamika zaman bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan manusia dalam mengantisipasi perubahan tersebut.

“Tantangan besar PBNU dan segenap warga Nahdliyin di masa depan yang paling konkret di depan mata kita ialah masa depan datang lebih awal, lebih cepat daripada kemampuan kita untuk mempersiapkan diri menjemput masa depan itu,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya pada perayaan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.


Menurut Nasaruddin, kondisi tersebut memicu berbagai guncangan dalam kehidupan masyarakat.

“Akibatnya terjadilah multiple shock. Ada theological shock, cultural shock, political shock, economical shock, bahkan scientifical shock,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai NU perlu lebih menekankan lahirnya figur-figur manajer yang mengedepankan kerja kolektif dan kekuatan kebersamaan.

“Ke depan, Nahdlatul Ulama sudah waktunya lebih menekankan figur-figur manajer yang senantiasa mengedepankan superteam, atau the power of we,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Nasaruddin mengakui bahwa NU pada masa lalu telah melahirkan banyak figur pemimpin dengan kapasitas luar biasa.

“Kita patut bersyukur, di masa lampau hadir figur-figur leader dengan kapasitas yang sangat tinggi, bahkan mirip Superman dengan superpower yang luar biasa,” tuturnya.

Namun, menurut dia, tantangan masa depan menuntut pendekatan kepemimpinan yang berbeda.

“Ke depan, seiring dengan situasi yang berubah, yang kita perlukan adalah kombinasi antara figur manajer dan figur leader,” tegasnya.

Ia kemudian mencontohkan kepemimpinan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai teladan ideal.

“Nabi bukan hanya menonjol sebagai leader, tetapi juga sebagai manajer,” ungkap Nasaruddin.

Atas dasar itu, ia mengajak seluruh warga NU menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam membangun kepemimpinan yang utuh.

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah panutan kita semua, khususnya warga Nahdliyin, bagaimana menjadi the best leader sekaligus the best manager,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya