Berita

WHO (Foto: AFP)

Dunia

WHO Pastikan Risiko Penyebaran Virus Nipah dari India Masih Rendah

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 15:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

World Health Organization (WHO) memastikan bahwa potensi penyebaran virus Nipah dari India ke negara lain berada pada tingkat risiko yang rendah. 

Penilaian tersebut disampaikan menyusul laporan dua kasus infeksi yang diumumkan otoritas kesehatan India dalam beberapa waktu terakhir.

WHO menegaskan, hingga saat ini tidak ada dasar untuk menerapkan pembatasan perjalanan maupun perdagangan internasional terkait temuan tersebut. 


"WHO menilai risiko penyebaran infeksi lebih lanjut dari dua kasus ini rendah," ungkap organisasi internasional tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 30 Januari 2026.

India dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk menangani serta membendung wabah semacam ini.

WHO juga menekankan belum adanya indikasi peningkatan penularan antarmanusia. Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan bersama otoritas kesehatan India guna memantau perkembangan situasi.

Meski demikian, WHO tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya paparan lanjutan terhadap virus Nipah. 

Sebagai langkah kewaspadaan, sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, dilaporkan telah memperketat prosedur pemeriksaan di bandara. 

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah dan hewan perantara seperti babi. 

Infeksi virus berpotensi menimbulkan gejala berat, mulai dari demam hingga peradangan otak, dengan tingkat kematian yang tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. 

Hingga kini, belum tersedia pengobatan khusus, sementara pengembangan vaksin masih berada dalam tahap uji coba.

Penularan kepada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan kelelawar yang terinfeksi atau konsumsi buah yang telah terkontaminasi. 

Sementara itu, penularan dari manusia ke manusia relatif jarang dan biasanya memerlukan kontak erat dalam waktu yang cukup lama. 

Sementara itu, dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi terinfeksi virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India bagian timur, pada akhir Desember lalu saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sebagaimana disampaikan oleh otoritas setempat.

India tercatat secara berkala melaporkan kasus Nipah sporadis, terutama di negara bagian Kerala di wilayah selatan. 

Menurut catatan WHO, wabah terbaru ini merupakan wabah Nipah ketujuh yang terdokumentasi di India dan yang ketiga di Benggala Barat. 

Dua wabah sebelumnya, masing-masing pada 2001 dan 2007, terjadi di distrik yang berbatasan langsung dengan Bangladesh, negara yang hampir setiap tahun melaporkan kejadian serupa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya