Berita

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Dunia

Iran Murka Uni Eropa Tetapkan IRGC sebagai Teroris

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 12:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Uni Eropa (UE) untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran ke dalam daftar organisasi teroris memicu reaksi keras dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut langkah Uni Eropa tersebut sebagai kesalahan strategis besar. Ia menilai Eropa memperburuk situasi regional di saat berbagai negara tengah berupaya mencegah pecahnya perang terbuka.

“Sejumlah negara sedang berusaha mencegah perang besar di kawasan ini. Eropa justru sibuk menyiram api,” ujar Araghchi, dikutip dari France24, Jumat 30 Januari 2026.


Kecaman juga datang dari militer Iran. Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran menyebut keputusan Uni Eropa sebagai tindakan tidak logis, tidak bertanggung jawab, dan didorong oleh dendam. Dalam pernyataan resminya, militer Iran menuduh Uni Eropa bertindak atas tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

“Tindakan Uni Eropa ini diambil dalam kepatuhan membabi buta terhadap kebijakan hegemonik dan anti-kemanusiaan Amerika Serikat dan rezim Zionis,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip kantor berita IRNA.

Sebaliknya, Israel menyambut positif langkah Uni Eropa. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut keputusan tersebut penting dan bersejarah.

“Aktor utama penyebar teror dan perusak stabilitas kawasan akhirnya disebut dengan namanya,” tulis Saar di media sosial X.

Sementara itu, UE menilai penetapan IRGC sebagai organisasi teroris merupakan respons atas penindakan brutal pemerintah Iran terhadap gelombang demonstrasi nasional, di mana kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa lebih dari 6.000 orang tewas dalam aksi represif aparat keamanan dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah ini juga menandai perubahan besar dalam kebijakan UE terhadap Iran. Selama ini, sejumlah negara anggota blok tersebut menahan diri karena khawatir pencantuman IRGC ke daftar teroris akan memutus jalur diplomasi dan membahayakan warga Eropa di Iran. 

Ketegangan kawasan semakin meningkat setelah AS mengirim kapal perang tambahan ke Timur Tengah. Pentagon menyatakan langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Iran, menyusul ancaman Presiden Donald Trump yang menuntut Teheran segera mencapai kesepakatan nuklir.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya