Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 11:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia bergerak mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada Jumat 30 Januari 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Dikutip dari Reuters, kontrak berjangka minyak Brent turun tipis 21 sen menjadi 70,50 Dolar AS per barel setelah sehari sebelumnya melonjak 3,4 persen dan ditutup di level tertinggi sejak 31 Juli. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 39 sen menjadi 65,03 Dolar AS per barel, setelah sebelumnya juga naik 3,4 persen dan mencatat penutupan tertinggi sejak 26 September.

Secara bulanan, harga minyak berpeluang mencatat kenaikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Brent diperkirakan naik lebih dari 16 persen sepanjang Januari, yang menjadi lonjakan bulanan terbesar sejak Januari 2022. WTI juga diproyeksikan menguat lebih dari 14 persen, kenaikan bulanan tertajam sejak Juli 2023.


Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat (AS) memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Pasar khawatir rencana AS untuk menyerang Iran dapat mengganggu pasokan minyak global, mengingat Iran merupakan salah satu produsen utama OPEC.

Rabu lalu, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan terkait program nuklirnya. Jika tidak, Trump mengancam akan melancarkan serangan militer, yang langsung dibalas Teheran dengan ancaman serangan balasan keras.

“Situasi ini membuat premi risiko tambahan masuk ke harga minyak, karena pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan gangguan ekspor Iran atau lalu lintas minyak di Selat Hormuz,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore.

Pemerintahan Trump juga diketahui menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel serta Arab Saudi di Washington untuk membahas Iran. Meski demikian, pejabat AS menyebut Trump masih meninjau berbagai opsi dan belum mengambil keputusan final terkait serangan militer.

Selain faktor geopolitik, pasokan minyak global juga tertekan oleh berbagai gangguan di sejumlah negara. JPMorgan mencatat gangguan di Kazakhstan, Rusia, dan Venezuela telah memengaruhi pasokan gabungan sekitar 1,5 juta barel per hari sepanjang Januari. Gelombang cuaca ekstrem di Amerika Serikat juga diperkirakan memangkas produksi minyak dan kondensat sekitar 340.000 barel per hari bulan ini.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya