Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina

Bisnis

OJK Umumkan Reformasi Besar-Besaran di Pasar Modal Indonesia

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merespons langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI)
yang membekukan sementara perubahan indeks saham Indonesia. 

OJK memastikan akan melakukan reformasi total pada pasar modal tanah air demi meningkatkan transparansi, integritas, dan daya saing di mata dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa langkah ini didukung penuh oleh pemerintah, mulai dari Kemenkeu hingga Bank Indonesia. Fokus utamanya adalah memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) memenuhi standar internasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa langkah ini didukung penuh oleh pemerintah, mulai dari Kemenkeu hingga Bank Indonesia. Fokus utamanya adalah memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) memenuhi standar internasional.

“Semua mendukung penuh langkah-langkah reformasi, perbaikan, dan penguatan yang kita lakukan. Karena kepentingan nasional untuk melihat bahwa Bursa Efek Indonesia memang setara dengan standar yang ada di mancanegara,” kata Mahendra di Jakarta, Kamis 29 Januati 2026. 

Menghadapi tekanan pasar yang membuat IHSG merosot hingga 8 persen dalam dua hari, OJK telah mengaktifkan berbagai instrumen pengendalian agar investor tidak panik, yaitu;

Trading Halt & Auto-Halt: Penghentian perdagangan sementara untuk meredam volatilitas ekstrem
Batas ARB: Tetap memberlakukan batas maksimal penurunan harga saham harian.
Opsi Buyback: Memberikan ruang bagi emiten untuk membeli kembali saham mereka.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menyebut langkah-langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan investor setelah MSCI mempertanyakan mekanisme porsi saham publik (free float) di Indonesia.

“Bagaimana dengan kebijakannya, seperti misalnya trading halt, hari ini juga ada auto-halt, dan tentunya itu membuat agar investor tidak panik gitu ya terhadap situasi yang ada,” ujar Inarno.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya