Berita

Chiki Fawzi. (Foto: Antara)

Publika

Chiki Fawzi Dicopot, Ditarik Kembali, Lalu Memilih Pergi

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 23:01 WIB

TERNYATA ada kisah baru Chiki Fawzi yang lebih dramatis usai dicopot mendadak dari daftar petugas haji 2026 . 

Jika kisah sebelumnya adalah bab pembuka, maka inilah bab paling melelahkan secara batin dalam perjalanan Chiki Bukan karena ia tak kuat fisik, melainkan karena alur hidupnya diperlakukan seperti pintu geser otomatis. Ditutup, dibuka lagi, lalu ditutup kembali. Semuanya dalam hitungan jam.

Chiki sempat dicopot sebagai petugas haji 2026 secara mendadak. Lalu, seperti plot twist sinetron prime time, ia ditarik kembali. Namun, saat semua orang mengira kisah ini akan berakhir bahagia, Chiki justru memilih jalan paling sunyi, menolak kembali dan memutuskan move on.


Publik pun bengong. Kasihan, iya. Bingung, jelas. Marah? Bingung mau ke siapa.

Kronologi dimulai dengan cara paling kejam versi birokrasi. Pemberitahuan mendadak, nyaris tanpa jeda emosi. Chiki sudah berada di lingkaran pelatihan. Sudah belajar. Sudah menyiapkan diri lahir batin. Bahkan sudah membayangkan aroma debu Madinah dan Makkah.

Namun, pada suatu malam, di tengah kelas bahasa Arab, seorang pejabat dari Kementerian Haji menghampirinya. Tanpa drama. Tanpa basa-basi. Ia diminta pulang. Tidak bisa melanjutkan. Titik.

Beberapa jam sebelum keberangkatan, Chiki harus mengepak mimpi ke dalam koper, lalu membawanya pulang dalam diam. Alasan pencopotannya? Tak pernah benar-benar jelas. Tidak ada diskusi. Tidak ada ruang tanya. Keputusan datang seperti palu sidang yang diketuk tanpa pembelaan.

Ironisnya, Chiki baru diberi tahu malam hari. Padahal kabar itu, menurut pengakuannya, sudah beredar sejak siang. Barangkali karena “tidak enak”. Barangkali juga karena keputusan memang sering lebih cepat dari empati.

Belum sempat luka mengering, telepon berdering. Chiki diminta kembali. Ada pihak yang ingin mempertahankannya. Ia bahkan sempat menyampaikan kepada wartawan, dirinya akan kembali ke asrama haji pada Kamis 29 Januari 2026.

Publik kembali berharap.
Mungkin ini akan diperbaiki.
Mungkin ada salah paham.
Mungkin ini akhir yang baik.

Chiki pun sudah packing lagi. Koper dibuka. Hati dipaksa siap lagi. Padahal yang namanya perasaan, tidak semudah resleting.

Lalu… Gak Jadi Lagi

Pagi harinya, cerita berbelok tajam. Lewat Instagram Story, Chiki mengabarkan dengan kalimat sederhana, nyaris tanpa hiasan emosi. Ia batal kembali bertugas. Saat dikonfirmasi Republika, jawabannya lebih singkat lagi, seperti orang yang sudah terlalu lelah untuk menjelaskan, “Gak jadi lagi, mas.”

Di situlah publik terdiam. Karena ini bukan soal ditolak, melainkan soal dipermainkan oleh keadaan. Dicopot. Ditarik. Lalu dibiarkan memilih sendiri, setelah batin jungkir balik.

Chiki memilih tidak melanjutkan tugas sebagai petugas haji 2026. Ia mengaku sudah move on. Sebuah kata ringan yang sebenarnya berat. Karena, move on di sini artinya mengikhlaskan mimpi yang sudah di depan mata.

Dari sisi Kementerian Haji dan Umrah, penjelasan pun turun. Tidak semua peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) otomatis menjadi petugas haji. Proses seleksi berada di tangan tim pokja Diklat. Keputusan diambil berdasarkan standar dan evaluasi fasilitator.

Secara administrasi, semuanya rapi. Secara prosedural, semuanya sah. Namun publik tetap bertanya, jika semua sudah dipertimbangkan matang, mengapa kisahnya harus sedinamis ini?

Chiki tidak menyerang. Tidak menggugat. Tidak memelintir narasi. Ia memilih menerima. Ia menjelaskan, ini semata agar tidak mengecewakan media yang sudah jauh-jauh datang karena terinspirasi semangatnya.

Di titik inilah empati pembaca seharusnya berhenti berisik. Karena Chiki bukan sedang mencari pembenaran. Ia hanya manusia yang sedang belajar ikhlas, di tengah sistem yang bergerak terlalu cepat tanpa memberi ruang bernapas.

Kisah ini pun berakhir tanpa kemenangan besar. Tanpa musuh yang jelas. Tanpa tepuk tangan penutup. Yang tersisa hanya satu potret, seorang perempuan yang memilih pergi dengan kepala tegak, meski mimpinya ditarik-ulur seperti tali layangan.

Publik hanya bisa menghela napas. Kasihan, karena ia tulus. Bingung, karena ceritanya absurd. Terdiam, karena Chiki memilih mengalah dengan cara paling dewasa.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya