Berita

Jemaah haji Indonesia. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Mayoritas Jemaah Haji 2026 Berisiko Tinggi, DPR Minta Petugas Lebih Sigap

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 17:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penyelenggaraan haji tak bisa lagi memakai skema layanan standar, karena mayoritas jemaah haji Indonesia tahun 2026 masuk kategori risiko tinggi.

Anggota Komisi VIII DPR An’im Falachuddin Mahrus menekankan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Agama, sekitar 170.000 jemaah atau 83 persen dari total 203.320 jemaah haji reguler Indonesia masuk kategori berisiko tinggi, sehingga membutuhkan pengawasan dan pelayanan kesehatan lebih ketat selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.


Terkait itu, An’im menegaskan kondisi ini menuntut perubahan pendekatan layanan, terlebih ibadah haji berlangsung di tengah cuaca ekstrem yang bisa menembus suhu di atas 40 derajat celcius. 

Hal tersebut berpotensi memperburuk kondisi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit bawaan. 

"Dengan persentase jemaah risiko tinggi yang sangat besar, skema pelayanan dan pengawasan khusus harus menjadi prioritas utama. Ini tidak bisa ditunda," ujar An’im di Kompleks Parlemen, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurut dia, dominasi jemaah lansia tak lepas dari panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia, sehingga pendekatan layanan tak bisa lagi disamakan dengan jemaah usia muda dan sehat.

Karena itu, ia meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) lebih aktif melakukan pemantauan kesehatan, pendampingan mobilitas jemaah, hingga penyesuaian jadwal ibadah agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga.

Ia pun mengingatkan pentingnya respons cepat petugas di lapangan untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih serius selama pelaksanaan ibadah. 

"Petugas harus sigap dan responsif. Jangan sampai keterlambatan penanganan menyebabkan kondisi darurat kesehatan di lapangan," tegasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya