Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
“Ejekan fisik memang terlihat lucu dan mudah viral, tapi sesungguhnya berbahaya bagi kualitas demokrasi dan kecerdasan publik,” ujar Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi, dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menyoroti ejekan terhadap kondisi fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo, cara berjalan Presiden RI Prabowo Subianto, hingga raut wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk argumentum ad hominem, yakni menyerang pribadi alih-alih membedah kebijakan.
Populer
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
UPDATE
Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10
Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34
Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30
Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20
Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10
Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52
Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49
Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38
Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30
Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16