Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
“Ejekan fisik memang terlihat lucu dan mudah viral, tapi sesungguhnya berbahaya bagi kualitas demokrasi dan kecerdasan publik,” ujar Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi, dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menyoroti ejekan terhadap kondisi fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo, cara berjalan Presiden RI Prabowo Subianto, hingga raut wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk argumentum ad hominem, yakni menyerang pribadi alih-alih membedah kebijakan.
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Senin, 01 Juni 2026 | 02:30
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Senin, 01 Juni 2026 | 04:00
UPDATE
Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13
Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05
Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06