Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi. (Foto: dokumen pribadi)
“Ejekan fisik memang terlihat lucu dan mudah viral, tapi sesungguhnya berbahaya bagi kualitas demokrasi dan kecerdasan publik,” ujar Pengamat Hukum dan Politik, Dr Pieter C Zulkifi, dalam keterangannya, Rabu, 28 Januari 2026.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menyoroti ejekan terhadap kondisi fisik Presiden ke-7 RI Joko Widodo, cara berjalan Presiden RI Prabowo Subianto, hingga raut wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk argumentum ad hominem, yakni menyerang pribadi alih-alih membedah kebijakan.
Populer
Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25
UPDATE
Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26
Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10
Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54
Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30
Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15
Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00
Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59
Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42
Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40
Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20