Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet. (Foto: Setneg)

Politik

Reshuffle Momentum Perbaikan Kinerja Pemerintah

RABU, 28 JANUARI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tak ada angin tak ada hujan, isu reshuffle kabinet kembali mencuat ke ruang publik dan langsung memantik respons luas dari banyak kalangan.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan domain elite dan menjadi hak prerogatif Presiden sebagai kepala pemerintahan.

“Bagi saya ini kan terkesan ujug-ujug muncul wacana reshuffle yang cukup mendapatkan respons yang luar biasa dari partai-partai koalisi pemerintah. Dan rata-rata jawabannya normatif,” ujar Adi, lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 28 Januari 2026.


Adi melihat, setidaknya terdapat dua indikasi yang menguatkan isu reshuffle. Pertama, adanya sejumlah menteri yang belakangan terlihat melakukan kunjungan ke Solo. Kedua, munculnya sorotan terhadap kinerja kementerian tertentu, terutama terkait penanganan bencana di Sumatera.

Lebih lanjut, Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai jika wacana reshuffle kembali menguat, hal ini sejatinya merupakan bagian dari keniscayaan dalam pemerintahan. 

“Kalau hari ini kita mendengar soal reshuffle, sebenarnya ini adalah bagian dari kelanjutan bahwa reshuffle sesuatu yang niscaya untuk mengganti mereka-mereka yang memang under perform, kinerjanya tidak sesuai ekspektasi, harapan, sering menimbulkan kontroversi, kegaduhan, dan selalu membuat kebijakan-kebijakan yang jelas tidak terlampau menguntungkan masyarakat,” tuturnya.

Adi menilai, momentum ini justru tepat dimanfaatkan Presiden untuk menghadirkan wajah-wajah baru di kabinet, sosok yang memiliki semangat kerja lebih agresif dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini pemerintahan telah memasuki tahun kedua, sehingga sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para menteri.

“Ini jadi menarik karena ini adalah tahun kedua bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara total kepada para pembantunya,” ujarnya.

Adi berharap, jika reshuffle benar-benar dilakukan, langkah tersebut menjadi momentum perbaikan kinerja pemerintah secara keseluruhan.

“Semoga bila itu betul dilakukan, menjadi momentum untuk melakukan perbaikan kinerja pemerintah. Ganti para pembantu yang memang tidak sesuai dengan harapan. Toh di negara kita ini banyak orang hebat, banyak orang top yang memang siap untuk mendedikasikan seluruh kemampuannya dan totalitasnya untuk membantu negara supaya jadi bangsa dan negara yang hebat,” pungkasnya.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya