Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Badai Musim Dingin AS Tahan Kenaikan Harga Bitcoin

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 13:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin naik sekitar 1,05 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di level 88.554 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap pada Selasa siang, 27 Januari 2026.

Kenaikan ini menjadi rebound terbatas setelah tekanan penurunan yang lebih luas dalam tujuh hari terakhir, di mana Bitcoin masih mencatat pelemahan sekitar 3,93 persen. 

Pergerakan tersebut sedikit melampaui kenaikan total kapitalisasi pasar kripto global yang naik 1,21 persen, menandakan adanya dorongan jangka pendek di tengah kondisi pasar yang masih berhati-hati.


Salah satu pendorong pergerakan harga datang dari gangguan pada hashrate penambangan Bitcoin. Badai musim dingin ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan menyebabkan pemadaman listrik secara luas, memaksa banyak penambang mengurangi operasionalnya. 

Di sisi lain, likuiditas stablecoin menunjukkan pelemahan yang memberi tekanan tersendiri bagi pasar.
 Perusahaan analitik on-chain Santiment mencatat kapitalisasi pasar gabungan dari 12 stablecoin terbesar menyusut sekitar 2,24 miliar Dolar AS dalam 10 hari terakhir. Penyusutan ini terjadi seiring perpindahan modal ke aset safe haven tradisional, seperti emas. 
Meski demikian, sentimen positif datang dari langkah institusi keuangan global. BlackRock pada 26 Januari mengajukan pendaftaran S-1 untuk produk “iShares Bitcoin Premium Income ETF”. 

Produk ini dirancang untuk mengikuti pergerakan harga Bitcoin sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan opsi beli (call options) secara sistematis. Inisiatif ini memperkuat persepsi bahwa minat institusional terhadap Bitcoin masih berlanjut di tengah volatilitas pasar.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya