Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto: Humas Nasdem)

Politik

Pemerintah Diminta Lebih Serius Tegakkan Hukum Lingkungan

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 18:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rentetan bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk lebih serius dan konsisten dalam menegakkan hukum lingkungan, terutama terhadap praktik perusakan alam yang terus dibiarkan.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

"Jangan sampai nanti karena keterlambatan penegakan hukum di bidang kehutanan, perkebunan, kemudian pertambangan, terjadilah efek dari itu adalah bencana-bencana yang seperti kita alami seperti di Aceh, Sumbar maupun Sumut,” jelasnya.


Legislator Fraksi Partai NasDem itu mengingatkan Deputi Bidang Penegakan Hukum di Kementerian LH, yang lebih banyak fokus pada industri di kota-kota, sementara wilayah hutan, perkebunan, dan tambang yang rawan kerusakan lingkungan belum sepenuhnya disentuh. 

“Penegakan hukum kita belum menyentuh terkait dengan wilayah kehutanan, perkebunan maupun wilayah-wilayah penambangan,” jelas Fasha.

Fasha menuturkan, hasil kunjungan kerjanya di Jambi dan daerah pertambangan lain menunjukkan banyak kerusakan lingkungan, baik yang sudah terjadi maupun yang masih berlangsung. 

“Kerusakan-kerusakan yang tadinya kewenangan penegakan hukum ini berjalan ini sepertinya banyak, mungkin belum masuk ke lokasi-lokasi sana,” ujarnya.

Tanpa ketegasan negara dan penindakan hukum yang nyata terhadap para pelaku perusakan lingkungan, bencana serupa akan terus berulang dan rakyat kembali menjadi korban. Pemerintah diminta tidak berhenti pada pernyataan normatif, tetapi berani menindak tegas siapa pun yang terbukti merusak lingkungan, tanpa pandang bulu.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya