Berita

John D. Rockefeller. (Foto: Dok. Jaya Suprana)

Publika

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 17:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA usia 53, manusia terkaya di dunia menerima vonis dokter bahwa dia hanya memiliki sisa satu tahun untuk hidup. Insan manusia itu adalah John D. Rockefeller.

Kisah hidupnya menakjubkan. Pada usia 25 tahun, dia memiliki kilang minyak terbesar di Amerika Serikat, berarti di dunia. Usia 31 tahun memimpin perusahaan paling berkuasa di dunia. Usia 38 tahun menguasai 90% produksi minyak di Amerika Serikat. 

Setiap keputusan cermat dipertimbangkan. Setiap koneksi dimanfaatkan sebagai alat pengaruh. Setiap Dolar diinvestasikan untuk menjadi yang lebih besar. Pada usia 50 tahun, Rockefeller berada di puncak dunia sebagai miliarder pertama dalam sejarah peradaban manusia dengan harta ekuivalen 340.000.000.000 Dolar AS pada masa kini. 


Rockefeller memenangkan permainan uang namun kalah dalam permainan kehidupan. Pada usia 53 tahun, fungsi segenap organ tubuhnya mulai merosot. Tidak ada hari tanpa rasa sakit yang mencengkam. Dia kehilangan seluruh rambutnya. Dia hanya bisa makan sup dan crackers. Mimpi lenyap. Kebahagiaan juga. 

Para doktor tegas menegaskan bahwa dia hanya punya waktu setahun untuk hidup.

Kemudian Rockefeller tersadar bahwa manusia mustahil memiliki segala-galanya maka paham bahwa yang utama adalah dia mustahil membawa harta-bendanya ke alam baka. Tiba saatnya bangun dari tidur penuh mimpi. Dia memanggil para lawyer dan akuntannya untuk memberikan titah perintah mereorganisasi seluruh kapital miliknya untuk rumah sakit, riset medical dan amal.

Pada tahun 1913 didirikanlah The Rockefeller Foundation.

Sejak itu, dunia mulai berubah menjadi lebih baik. Yayasan Kemanusiaan Rockefeller membiayai riset medis hingga Alexander Fleming menemukan penisilin yang menyelamatkan jutaan nyawa manusia. The Rockefeller Foundation mendukung pendidikan dan pelayanan kesehatan di planet bumi ini.

Sesuatu yang tak terduga terjadi: diri Rockefeller sendiri juga berubah. Makin banyak dia memberi, dia makin merasa bahagia. Rasa sakit menghilang dan tenaga lahir-batin kembali pulih. Tahun di mana dia divonis mati berlalu. Kemudian tahun depannya juga berlalu dan juga tahun depannya lagi. 

Ternyata Rockefeller hidup selama 44 tahun sampai usia 97 tahun. Pada akhir hidupnya, Rockefeller mengaku "God taught me that everything belongs to Him, and I am only a channel of His will."

Bagian pertama kehidupan John D. Rockefeller didedikasikan untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin untuk dirinya sendiri. Bagian kedua dipersembahkan untuk berbuat baik sebanyak mungkin bagi sesama manusia. Dia menerima sebuah hidup baru penuh makna, damai, syukur dan rasa terima kasih.

Sebuah kisah hidup seorang insan manusia yang pada hakikatnya mengingatkan kita semua tentang inti makna kehidupan sejatinya, yaitu Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan.

Penulis adalah Budayawan dan Pendiri Rekor MURI

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya