Berita

(Foto: Dok. HAMI)

Politik

Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah

HAMI Desak KPK Periksa Staf Ahli Kemenkeu

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 16:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

Kedatangan mereka untuk menuntut lembaga antirasuah tersebut segera mengusut tuntas dugaan gratifikasi berupa mobil mewah yang menyeret nama Staf Ahli Kementerian Keuangan, Robert Leonard Marbun.

Menggunakan mobil komando, para demonstran menyuarakan kegelisahan publik terkait integritas pejabat negara. Mereka menyoroti dugaan penggunaan fasilitas kendaraan Toyota Alphard dari pihak swasta, yakni Astra, yang hingga kini belum mendapat kejelasan hukum.


"Kami berdiri di sini atas nama keadilan. Kami meminta KPK jangan tutup mata terhadap dugaan gratifikasi ini," ujar Koordinator Lapangan HAMI, Faris.

Selain melakukan orasi, massa aksi secara resmi menyerahkan laporan pengaduan masyarakat kepada pihak KPK.

Kata Faris, HAMI menyatakan bahwa isu ini merupakan ujian bagi aparat penegak hukum. 

Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan gratifikasi hanya akan memperkuat persepsi adanya standar ganda dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Negara tidak boleh pasif terhadap dugaan pelanggaran etik dan potensi korupsi yang sudah menjadi konsumsi publik," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya