Berita

Jenderal Zhang Youxia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube China Observer)

Dunia

Jenderal Dekat Xi Jinping Diselidiki karena Dugaan Pelanggaran Serius

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 14:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pertahanan China membuka penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia, salah satu tokoh militer paling berpengaruh di negara itu.

Dikutip dari RT pada Senin, 26 Januari 2026, Zhang merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), lembaga militer tertinggi yang dipimpin Presiden Xi Jinping. Ia dikenal sebagai figur senior yang dekat dengan pusat kekuasaan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan China pada Sabtu, Zhang dituduh melakukan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum”. Pemerintah China belum merinci bentuk pelanggaran yang dimaksud.


Selain Zhang, pejabat militer senior lain, Liu Zhenli, yang juga anggota CMC, ikut diselidiki atas dugaan serupa. Zhang, yang kini berusia 74 tahun, telah bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sejak 1968 dan masih aktif meski telah melewati usia pensiun militer.

Sejumlah media Barat berspekulasi bahwa Zhang membocorkan informasi program nuklir China kepada Amerika Serikat (AS) dan menerima suap besar terkait promosi jabatan. Namun, pemerintah China belum mengonfirmasi tuduhan tersebut.

Media China, Global Times, mengutip editorial PLA Daily, menegaskan bahwa pejabat militer yang terbukti korup akan dihukum tegas, tanpa memandang jabatan atau pengaruhnya.

Sejak masa jabatan ketiganya pada 2023, Presiden Xi Jinping memperketat kampanye antikorupsi di kalangan militer dan elite partai. Xi menilai korupsi sebagai ancaman serius, dan beberapa pejabat tinggi, termasuk jenderal dan pimpinan CMC, telah diberhentikan dalam beberapa tahun terakhir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya