Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

OJK Ungkap Strategi Penguatan UMKM di Tengah Tekanan Ekonomi

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tengah menghadapi tantangan serius. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya perlambatan pertumbuhan kredit di segmen ini sepanjang setahun terakhir. 

Kombinasi antara ketidakpastian ekonomi global dan merosotnya daya beli masyarakat membuat perbankan kini jauh lebih selektif dalam mengucurkan pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memaparkan bahwa hingga November 2025, total kredit UMKM memang menyentuh angka Rp1.494,07 triliun. Meski angka tersebut besar, secara persentase pertumbuhannya menunjukkan tren menurun.


“Penyaluran kredit UMKM per posisi November 2025 mencapai Rp1.494,07 triliun. Terdapat tren pertumbuhan pembiayaan yang cenderung melambat dalam kurun waktu setahun terakhir,” ungkap Dian dalam keterangan resminya, dikutip redaksi di Jakarta, Minggu 26 Januari 2026.

Dian menguraikan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab melandainya kredit UMKM

1. Gejolak Global dan Nasional. Ketidakpastian ekonomi yang belum stabil
2. Daya Beli. Tekanan finansial pada masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengubah pola konsumsi
3. Profil Risiko. Risiko gagal bayar di segmen UMKM yang dinilai lebih tinggi daripada korporasi besar
4. Pemulihan Pascapandemi. Proses bangkitnya UMKM setelah Covid-19 ternyata tidak secepat sektor bisnis skala besar

“Hal tersebut dipengaruhi antara lain oleh dinamika perekonomian global dan nasional, adanya tekanan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah, risiko kredit UMKM yang relatif lebih tinggi, serta proses pemulihan dampak pandemi yang lebih lambat dibandingkan korporasi,” jelasnya.

Kendati dibayangi tantangan, OJK tetap melihat adanya titik terang. Perbankan diprediksi masih memiliki ruang optimisme untuk terus menyalurkan kredit hingga akhir 2026, didorong oleh berbagai stimulus dari pemerintah.

“Berbagai program dan kebijakan pemerintah diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit kepada debitur UMKM yang memiliki prospek usaha baik,” tambah Dian.

Sebagai bentuk nyata dukungan, OJK berperan aktif dalam memperkuat ekosistem Kredit Usaha Rakyat (KUR), mulai dari penyusunan regulasi hingga pengawasan ketat terhadap lembaga penyalur dan asuransi kredit.

Langkah strategis lainnya adalah penerbitan POJK tentang Akses Pembiayaan UMKM yang memaksa lembaga keuangan untuk lebih inklusif. Bahkan, OJK telah memperkuat struktur internalnya demi sektor ini.

“OJK juga telah membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah sebagai bentuk komitmen mendukung penguatan UMKM nasional,” pungkas Dian.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya