Berita

Daging di pasar tradisional di Jakarta (Foto: Dokumen RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Impor Daging Harus Berdampak ke Harga Jelang Ramadan

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 11:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah diminta segera menstabilkan harga daging sapi menjelang bulan suci Ramadan. Langkah ini didesak menyusul lonjakan harga daging sapi di pasaran yang kini mencapai Rp140 ribu per kilogram di wilayah Banten dan Yogyakarta.

Tingginya harga daging bahkan memicu aksi mogok berjualan oleh ratusan pedagang di Cianjur, Jawa Barat, sebagai bentuk protes atas tingginya harga di tingkat pengecer. 

Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, menegaskan, kebijakan pemberian izin impor daging sapi sebesar 250 ribu ton kepada BUMN harus menjadi solusi konkret untuk menekan harga.


“Kuota impor sebesar itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Jangan sampai masyarakat tetap membeli dengan harga mahal, sementara negara sudah membuka keran impor besar-besaran. Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terjangkau,” ujar Imas Aan di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Imas mengingatkan bahwa periode Ramadan selalu menjadi waktu rawan kenaikan harga pangan akibat lonjakan permintaan. Ia menekankan bahwa pemberian izin impor, baik kepada BUMN maupun pihak swasta sebesar 30 ribu ton, seharusnya menjadi instrumen negara untuk melakukan intervensi pasar secara efektif.

Menurut legislator asal PKB tersebut, jaminan ketersediaan stok saja tidak cukup tanpa diikuti pengawasan ketat terhadap distribusi. Ia mengkhawatirkan jika tidak ada pengendalian tegas, kebijakan impor hanya akan menjadi langkah administratif yang tidak dirasakan manfaatnya oleh konsumen akhir.

“Stabilitas harga pangan adalah tanggung jawab negara. Jangan biarkan mekanisme pasar berjalan tanpa kendali ketika kebutuhan masyarakat meningkat tajam. Negara wajib memastikan kebijakan impor ini benar-benar berpihak pada rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Imas berharap Kementerian Perdagangan dan instansi terkait segera melakukan operasi pasar dan pengawasan jalur distribusi agar gejolak harga dapat diredam sebelum memasuki bulan Ramadan.     

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya