Berita

Bunga anggrek ungu yang dikirimkan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming untuk Ketua Umum (Ketum) PDI-P sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.(Setwapres )

Politik

Kiriman Bunga dari Gibran untuk Megawati Sarat Pesan Politik

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 09:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengirimkan karangan bunga anggrek ungu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam rangka perayaan ulang tahun ke-79. 

Kiriman bunga tersebut sontak menyita perhatian publik dan memantik beragam tafsir politik. Di tengah hubungan politik yang kerap disebut tidak harmonis sejak Pemilu 2024, gestur Gibran itu dinilai memiliki makna lebih dari sekadar ucapan selamat ulang tahun. 

Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah tersebut tak bisa dilepaskan dari konteks relasi politik antara Megawati, Gibran, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.


“Ini menjadi perbincangan karena tidak terlepas dari hubungan politik antara Megawati dan Gibran yang notabene juga putra Jokowi. Kita tahu, sejak Pemilu 2024, relasi itu disebut-sebut sedang tidak baik-baik saja,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 26 Januari 2026.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, kiriman bunga anggrek ungu dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi politik simbolik yang sengaja ditunjukkan Gibran ke ruang publik.

“Tentu banyak juga yang menilai ini sebagai model komunikasi politik. Seolah Gibran ingin menunjukkan bahwa sebagai wakil presiden, ia tidak memiliki sekat dengan siapa pun, termasuk dengan Ketua Umum PDIP Megawati, yang secara psikologi politik mungkin sudah tidak ada lagi chemistry,” jelasnya.

Namun demikian, hingga kini belum ada respons resmi dari elite maupun fungsionaris PDI Perjuangan terkait kiriman bunga tersebut. Sikap diam PDIP justru semakin membuka ruang spekulasi di tengah publik.

Situasi ini juga bersinggungan dengan posisi politik Gibran pasca dipecat dari PDI Perjuangan. Beragam spekulasi bermunculan mengenai arah politik Gibran ke depan, termasuk kemungkinan berlabuh ke partai politik lain atau memilih tetap berada di luar struktur partai.

Kiriman bunga anggrek ungu itu pun tak hanya dibaca sebagai ucapan personal, tetapi juga sinyal politik yang sarat makna di tengah dinamika hubungan elite pasca Pemilu 2024.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya