Berita

Mantan Pimpinan KPK, Saut Situmorang. (Foto: Repro)

Politik

Indeks Persepsi Korupsi RI Rendah Gegara APH Bermain-main dengan Hukum

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 02:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Adanya aparat penegak hukum (APH) yang bermain-main dengan hukum menjadi salah satu penyebab masih rendahnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang berada di angka 37, serta penilaian World Justice Project yang menempatkan Indonesia di bawah skor 50 dalam indeks penegakan hukum.

Hal itu disampaikan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, dalam perbincangan di kanal YouTube Awalil Rizky bertajuk "Pajak Sarang Koruptor!? Salah Sistemnya atau aparat fiskusnya?".

"Artinya apa? Segala sesuatu bisa terjadi. Ada pengambil keputusan yang nyimpang, ada penegak hukum yang malah bermain-main hukum,"  Saut.


Selain itu, Saut juga menyoroti sektor perbankan, baik di pusat maupun daerah, yang seharusnya independen dan berbasis manajemen risiko. Namun dalam praktiknya, kerap terpengaruh kekuasaan dan keputusan politik, meski tanpa adanya keuntungan pribadi.

"Penegak hukum harus sangat hati-hati. Jangan main panggil-panggil orang begitu saja,” kata Saut seperti dikutip RMOL, Minggu 25 Januari 2026

Saut menilai persoalan ini bukan semata soal moral, tetapi juga kapasitas dan sistem regulasi yang belum sepenuhnya kuat. 

Meski demikian, Saut optimistis perbaikan masih sangat mungkin dilakukan jika ada political will dan konsistensi dari para APH.

Terkait KPK, Saut menilai lembaga antirasuah itu kini justru menjadi bagian dari persoalan. Meski mengapresiasi dua operasi tangkap tangan (OTT) terakhir, ia menyesalkan sejumlah kasus yang telah disebut di pengadilan namun tidak ditindaklanjuti.

"Beberapa kasus yang sudah disebut di pengadilan, dia nggak tindak lanjuti," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya