Berita

Banjir di ruas Tol Tangerang–Merak. (Foto: Jasamarga)

Politik

Pemerintah Didesak Turun Tangan Atasi Banjir di Jalan Tol

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah pusat didesak untuk segera melakukan intervensi terhadap pengelolaan dan optimalisasi layanan jalan tol yang kerap dilanda banjir, khususnya ruas Tol Tangerang-Merak.

Diberitakan, banjir kembali menggenangi Tol Tangerang-Merak KM 50 hingga Sabtu malam, 24 Januari 2026. Kondisi tersebut mengakibatkan kemacetan panjang hingga 10 kilometer arah Merak dan mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

“Banjir di jalan tol ini sering terjadi dan seperti tidak pernah tuntas penanganannya. Padahal jalan tol dibangun dengan embel-embel tanpa hambatan. Faktanya, justru terhambat oleh banjir,” tegas Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, Minggu, 25 Januari 2026.


Ia menilai pemerintah pusat tidak bisa lagi bersikap pasif dan harus mengambil peran lebih kuat dalam mengawasi serta mengevaluasi kinerja seluruh badan usaha jalan tol, baik BUMN maupun swasta.

“Pemerintah harus mengintervensi. Semua pengelola tol, baik plat merah maupun swasta, perlu diingatkan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan memastikan layanan tol berjalan optimal,” ujarnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bahwa jika persoalan banjir di jalan tol terus dibiarkan, maka dampaknya akan semakin luas.

“Kalau terus-terusan tergenang banjir, yang dirugikan bukan hanya pengguna jalan tol, tetapi juga masyarakat luas. Distribusi barang terganggu, aktivitas ekonomi terhambat, dan kepercayaan publik terhadap layanan infrastruktur bisa menurun,” kata dia.

Komisi V DPR RI, lanjut Sudjatmiko, akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, perencanaan konstruksi, serta kesiapan pengelola tol dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. 

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya