Berita

Ilustrasi petugas tengah mendorong jamaah haji lansia. (Foto: Istimewa)

Politik

Penyelenggaraan Haji 2026 Fokus Lindungi Perempuan dan Lansia

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penyelenggaraan haji 2026 harus berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia, merupakan hal pokok yang wajib dipahami dan dihidupkan oleh seluruh petugas haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh petugas untuk kembali meneladani pesan Rasulullah SAW pada saat menjalankan Haji Wada, atau haji terakhir Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Kalau kita membaca sejarah, kita ingat sekali salah satu pesan utama dari Haji Wada. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pesan kepedulian: jaga dan muliakan perempuan-perempuan kalian,” ujarnya dikutip Minggu, 25 Januari 2026. 


Pesan tersebut menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan dan layanan haji Indonesia tahun 2026. Selain program Haji Ramah Lansia, pemerintah juga secara serius mengusung tema Haji Ramah Perempuan sebagai afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Data jemaah haji Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan. Fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.

“Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menegaskan bahwa haji harus menjadi haji yang afirmatif—berpihak kepada perempuan dan berpihak kepada lansia,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret dari kebijakan tersebut, komposisi petugas haji tahun 2026 juga mencerminkan keberpihakan itu. Sebanyak 33 persen petugas haji tahun 2026 adalah perempuan, jumlah terbesar sepanjang sejarah perhajian Indonesia.

“Ini bukan angka simbolik. Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Kehadiran petugas perempuan sangat penting untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ucap Wamenhaj.

Wamenhaj pun berharap seluruh peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 tidak hanya memahami tugas secara teknis, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Haji Wada Rasulullah SAW sebagai ruh pelayanan kepada jemaah, sehingga penyelenggaraan haji 2026 menjadi humanis, berkeadilan, dan penuh kepedulian.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya