Berita

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (Foto: Repro)

Nusantara

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar-Jakarta, Dua Pesawat Tambahan Dikerahkan

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 15:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan, seiring meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan OMC telah dilaksanakan sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat.

“OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.


Ia menjelaskan, pesawat PK-JVH telah melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai sebanyak 32.000 kilogram selama periode 13–22 Januari 2026.

“Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026,” ungkap Abdul.

Lebih lanjut, Abdul menyebut bahwa untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, BNPB sejak 23 Januari 2026 menambah dua unit pesawat jenis Caravan.

“Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

“Serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya