Berita

Daging di pasar tradisional di Jakarta (Foto: Dokumen RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Strategi Stabilisasi: Kemendag Tuntaskan Seluruh Izin Impor Daging Sapi 2026

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi memberikan kepastian hukum bagi pasokan protein nasional dengan menerbitkan seluruh perizinan impor komoditas daging sapi untuk tahun ini. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Tommy Andana, menegaskan bahwa karpet merah telah digelar bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan maupun perusahaan swasta yang telah mengajukan permohonan.

“Semuanya sudah keluar. Semua penugasan BUMN 250 ribu sudah keluar semua, swasta juga sudah,” ujar Tommy di Kantor Kemendag, Jakarta, dikutip Sabtu 24 Januari 2026. 


Langkah administratif ini merujuk pada ketetapan Neraca Komoditas 2026 yang mematok kuota impor daging sapi di angka 297 ribu ton. 
Dalam pembagiannya, BUMN Pangan mendapat porsi dominan sebesar kurang lebih 250 ribu ton yang disalurkan melalui PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), sementara sektor swasta mendapat alokasi 30 ribu ton.
Menurut Tommy, proses di kementeriannya telah rampung dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Fokus saat ini kini beralih pada aspek operasional di lapangan. “Sudah lengkap, sudah keluar permohonan izinnya. Tinggal realisasinya,” imbuhnya singkat.

Di sisi lain, kebijakan ini memiliki latar belakang strategis yang kuat. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, sebelumna telah menjelaskan bahwa pengaturan kuota impor tahun ini merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Sebagai perbandingan, kuota impor daging sapi pada 2025 berada di kisaran 180 ribu ton. Tahun ini, dengan total kuota yang naik menjadi 297 ribu ton, pemerintah memilih untuk memusatkan sebagian besar mandat tersebut ke tangan BUMN. Sektor swasta tercatat memegang alokasi sekitar 16 persen dari keseluruhan kuota.

Amran menekankan bahwa pergeseran beban impor ke BUMN bertujuan agar negara memiliki "tangan" yang lebih kuat untuk mengintervensi pasar.

“Logikanya, kalau dipegang semua oleh swasta, pemerintah sulit melakukan intervensi ketika harga bergejolak. Untuk itu, (kuota impor daging) ditarik ke BUMN sehingga negara bisa hadir sebagai stabilisator,” tegas Amran usai rapat koordinasi harga pangan di Jakarta, Kamis 22/ Januari 226. 

Melalui kendali penuh ini, pemerintah berharap memiliki ruang gerak yang cukup untuk memastikan harga daging sapi di pasar tetap terkendali dan tidak merugikan daya beli masyarakat.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya