Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu salah satu pimpinan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. (Foto: Dokumentasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Bisnis

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 05:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong masuknya investasi global ke Indonesia, khususnya di sektor ekonomi digital. 

Hal ini dikatakan Airlangga usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, antara lain Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Docusign, CrowdStrike, dan Cloudflare di sela-sela agenda World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos Swiss. 

Pertemuan tersebut berlangsung di Indonesia Pavilion dan menjadi tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan AS. Dalam forum itu, Airlangga berdialog langsung dengan pelaku usaha digital mengenai potensi investasi di Tanah Air.


“Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai tren ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, khususnya di bidang data center, keamanan siber, hingga infrastruktur digital,” kata  Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan resmi pada Jumat 23 Januari 2026.

Turut hadir perwakilan dunia usaha nasional, yakni Nongsa Digital Park selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

Selain itu, Airlangga juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Dalam pertemuan itu, dibahas tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Danantara Indonesia dan Jordan Investment Fund terkait peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania, sebagai bagian dari penguatan kerja sama investasi kedua negara.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya