Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 18:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Iran menegaskan kebijakan pembatasan dan penghentian sementara akses internet dilakukan untuk memutus komunikasi kelompok teroris di luar negeri dengan jaringan perusuh di dalam negeri. 

Penegasan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 23 Januari 2026.

Boroujerdi mengakui bahwa pemutusan jaringan internet membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar serta bukan kebijakan yang diinginkan pemerintah. 


“Menghentikan internet dan menghentikan jaringan internet tidak menguntungkan siapapun. Tidak ada negara di dunia yang mengharapkan itu. Dampak ekonominya begitu besar. Dan sebenarnya kami tidak ingin keadaan ini dilakukan," kata dia.

Namun, ancaman teror dari luar negeri yang memanfaatkan jaringan internet membuat langkah tersebut dinilai tak terelakkan. 

“Tetapi sampai dengan saat negara menerima ancaman dari luar negeri yang berbasis dari internet. Menerima ancaman teror dari luar negeri yang menyalahgunakan jaringan internet. Mau tidak mau keadaan ini kami harus lakukan. Demi keamanan negara,” tegas Boroujerdi.

Menurut Boroujerdi, kebijakan tersebut mulai menunjukkan dampak sejak diberlakukan pada 10 Januari 2026. Sejak saat itu, kata dia, situasi keamanan berangsur membaik.

“Kami melihat bahwa teroris-teroris yang berada di luar negeri tidak bisa melakukan kontak kepada para sel-sel dalam negeri mereka maupun perusuh di dalam negeri. Dan sejak saat itu kami melihat kedamaian sedikit demi sedikit bisa diperluaskan di Iran," paparnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi jaringan internet di Iran kini berangsur membaik dan proses pemulihan dilakukan secara bertahap. 

“Tetapi sekarang keadaan internet di Iran jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Di salah salah acara ini saya sempat mengirimkan pesan kepada keluarga saya di Iran. Dan menerima jawaban dari mereka,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya