Berita

Presiden Prabowo Subianto (tangkapan layar RMOL dari YouTube World Economic Forum)

Politik

Presiden Dikritik Tak Singgung Demokrasi dalam Pidato di WEF 2026

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 17:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026, mendapat kritik dari publik karena topik mengenai demokrasi tidak disinggung.

The Indonesian Institute (TII) Center for Public Policy Research menilai pidato Presiden terlalu menekankan stabilitas politik dan ekonomi sebagai prasyarat utama pertumbuhan dan investasi.

Manajer Riset dan Program TII, Felia Primaresti, menekankan bahwa stabilitas tidak bisa dipisahkan dari demokrasi yang sehat.


Demokrasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung pembangunan, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol terhadap kekuasaan agar kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 23 Januari 2026.

Di balik narasi tentang capaian stabilitas ekonomi, efisiensi birokrasi, dan ekspansi program sosial berskala besar, Felia mencatat sejumlah isu penting terkait kualitas demokrasi, penghormatan hak asasi manusia, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, isu-isu ini seharusnya mendapat perhatian serius Presiden dan disampaikan dalam forum internasional.

Felia menyoroti sentralisasi pengambilan keputusan yang dinilai berisiko melemahkan akuntabilitas. Ia menambahkan bahwa transkrip pidato Presiden di WEF 2026 mengandung 78 kata “saya”, sementara fungsi lain dalam pemerintahan, seperti legislatif, yudikatif, peran eksekutif lainnya, dan partisipasi masyarakat sipil, sama sekali tidak disebutkan.

Meskipun pidato menunjukkan kepemimpinan yang tegas, pendekatan Presiden Prabowo dalam menilai stabilitas dinilai terlalu terpusat. Hal ini berpotensi mengurangi ruang partisipasi publik dan menyalahi prinsip “good governance”.

“Kebijakan publik yang berkelanjutan harus dibangun melalui institusi yang kuat, bukan semata-mata figur kepemimpinan,” tutup Felia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya