Berita

Logo KNPI (Foto: Internet)

Dunia

KNPI Soroti Plus Minus Keputusan Prabowo Gabung Board of Peace

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyampaikan dukungan sekaligus catatan kritis atas keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Sekretaris Jenderal DPP KNPI Tatan Taufik Lubis Ahmad Fauzan menilai keterlibatan Indonesia berpotensi mendorong konsolidasi gencatan senjata permanen di Palestina, mendukung rekonstruksi Gaza, serta memajukan perdamaian yang adil dan berkelanjutan. 

"Dengan berada di dalam Board of Peace, Indonesia memiliki peluang, meski terbatas, untuk menyuntikkan perspektif Global South, mengingatkan dimensi kemanusiaan, dan menekan agar isu Palestina tidak direduksi menjadi sekadar urusan keamanan Israel semata," kata Tantan yang juga merupakan Ketua Gerakan Pemuda Non-Blok, seperti dikutip Jumat, 23 Januari 2026.


Namun demikian, KNPI mengingatkan bahwa keputusan tersebut juga membawa risiko politik luar negeri dan dampak domestik. 

Tatan menyoroti status Board of Peace sebagai lembaga bentukan Presiden AS Donald Trump yang meluas perannya melampaui isu Palestina, berpotensi mendelegitimasi peran PBB sebagai rumah besar masyarakat internasional. 

Oleh karena itu, KNPI menyarankan agar pemerintah Indonesia mengusulkan pembatasan peran Board of Peace agar tetap di bawah koordinasi PBB.

"Menyarankan agar pemerintah indonesia mengusulkan pembatasan peran Board of Peace dengan setiap keputusan tetap berada di bawah persetujuan atau koordinasi dengan PBB," tegasnya. 

Lebih lanjut Tatan mengkritisi penetapan Trump sebagai ketua seumur hidup serta dominasi figur-figur yang dinilai kontroversial dan pro-Israel dalam jajaran dewan eksekutif. Kondisi ini dianggap tidak mencerminkan prinsip kesetaraan antarnegara berdaulat dan berpotensi sarat konflik kepentingan.

"Lembaga ini tak ubahnya seperti perusahaan atau korporasi yang ownership nya terletak pada individu. Tentunya ini Adalah hal yang tidak menghormati prinsip kesetaraan antar sesame negara berdaulat," papar Tatan.

Selain itu, KNPI menilai Board of Peace tidak memiliki kerangka hukum yang mengikat, mekanisme sanksi, maupun pasukan perdamaian seperti Dewan Keamanan PBB. 

Dengan keanggotaan terbatas berdasarkan undangan, lembaga ini dinilai berisiko didominasi kepentingan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya, sehingga dapat mencederai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Tatan juga mengingatkan aspek finansial, mengingat adanya permintaan kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS untuk memperoleh kursi permanen.

“KNPI menyarankan agar pemerintah bijaksana dalam rencana mengambil keputusan pembayarannya yang di sesuaikan dengan kondisi APBN yang masih defisit dan beban hutang negara yang menggunung,” demikian pernyataan tersebut.

Meski demikian, KNPI berharap keanggotaan Indonesia di Board of Peace dapat dijalankan dengan membawa spirit Bandung, Gerakan Non-Blok, OKI, Liga Arab, serta mandat KTT Gabungan OKI–Liga Arab 2023 di Riyadh. 

"Kami berharap bahwa keanggotaan Indonesia di Board of Peace bisa meningkatkan peran diplomasi Indonesia di kancah global, terutama jika menjadi salah satu negara pendiri. Indonesia akan memiliki akses lebih dekat dengan kepentingan AS dan negara lain yang mungkin bergabung," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya