Berita

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

MPR: Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Sejalan dengan Politik Bebas Aktif

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian, yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dinilai sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menunjukkan peran aktif negara di tengah dinamika geopolitik global.

"Saya mendukung Presiden Prabowo yang menyampaikan bahwa bergabung dengan Board of Peace adalah kesempatan bersejarah bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif mewujudkan perdamaian dunia," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 23 Januari 2026.


Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong nilai kemanusiaan dan perdamaian.

"Presiden Prabowo telah menunjukkan kepemimpinan yang aktif merespons tantangan dan dinamika geopolitik. Kami yakin ini akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai negara yang memperjuangkan hak asasi manusia dan kedamaian dunia," kata Eddy.

Menurutnya, kebijakan ini juga mencerminkan prinsip bebas aktif, yang memberi ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam berbagai inisiatif perdamaian tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu.

"Keputusan ini adalah bentuk nyata dari penerapan politik luar negeri Indonesia yang independen dan aktif dalam mencari solusi perdamaian dunia," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Piagam Dewan Perdamaian dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis 22 Januari 2026. 

Selain Indonesia dan Hongaria, sejumlah negara lain turut menandatangani piagam tersebut, yaitu Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya