Berita

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: RMOL/Alfian)

Politik

Bulog Optimistis Capai Target Serapan 4 Juta Ton Beras 2026

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perum Bulog menghadapi tantangan yang lebih besar pada 2026 seiring peningkatan target penyerapan komoditas pangan strategis dari pemerintah. 

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani, Bulog dituntut memperkuat perannya sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.

“Di tahun 2026 kami diberikan target yang lebih besar. Tahun 2025 target penyerapan beras totalnya 3 juta ton, sementara di 2026 targetnya naik menjadi 4 juta ton,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam acara Fun Sport bersama Wartawan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Januari 2026.


Tak hanya beras, Bulog juga mendapat mandat untuk menyerap komoditas pangan lainnya. Pemerintah menugaskan Bulog melakukan penyerapan jagung sebanyak 1 juta ton serta kedelai sebesar 70 ribu ton.

“Harapan kami, tugas-tugas dari pemerintah ini dapat kami laksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bulog menyiapkan langkah strategis dengan memperkuat infrastruktur logistik nasional. Salah satunya melalui pembangunan 100 gudang baru yang akan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah ekspansi gudang tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas penyimpanan, tetapi juga memperkuat kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan hingga ke pelosok daerah. Dengan target yang semakin ambisius, Bulog dituntut mampu bekerja lebih efektif dan adaptif demi memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya