Berita

Eks Wamenlu Dino Patti Djalal (Foto: Instagram)

Dunia

Dino Patti Djalal Nilai Penjelasan Menlu Sugiono soal Board of Peace Terlalu Abstrak

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 11:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, menyampaikan kritik terbuka terhadap penjelasan Menteri Luar Negeri Sugiono mengenai bergabungnya Indonesia ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian. 

Ia mengapresiasi upaya Menlu Sugiono memberikan penjelasan kepada publik dalam pernyataan video yang dirilis Jumat, 23 Januari 2026. 

Namun menilai substansi yang disampaikan masih bersifat umum dan belum menyentuh aspek-aspek krusial yang berpotensi menimbulkan konsekuensi politik dan diplomatik jangka panjang bagi Indonesia.


“Terima kasih atas penjelasan @Menlu_RI re Dewan Perdamaian, namun sy lihat penjelasan beliau terlalu abstrak dan normatif thdp masalah yg kontroversial, sangat rumit dan pastinya penuh ranjau," tulis Dino di akun X pribadinya. 

Dino menekankan bahwa sebagai pihak yang berperan langsung dalam perundingan Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan secara rinci posisi Indonesia, termasuk hak dan kewajiban sebagai anggota, serta jaminan bahwa prinsip kesetaraan benar-benar diterapkan dalam mekanisme dewan tersebut.

"Sebagai negosiator Indonesia untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono perlu berikan penjelasan lebih mendalam," kata Dino.

Lebih jauh, Dino menyoroti kekhawatiran bahwa Dewan Perdamaian dapat disusupi kepentingan ekonomi dan bisnis global, yang berpotensi menggeser fokus utama dari perjuangan hak-hak rakyat Palestina. 

“Apa jaminan bahwa proses ini tidak akan menjadi proyek real estate Trump/internasional di Gaza yang akan kesampingkan hak rakyat Palestina," paparnya. 

Dino menyarankan Menlu memberi penjelaskan terkait arah dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam dewan, terutama jika terjadi perbedaan pandangan antaranggota, serta risiko Indonesia ditempatkan dalam posisi yang tidak sejajar dan sekadar mengikuti kehendak aktor dominan.

“Bagaimana kalau ada perbedaan pendapat diantara anggota Dewan dan bagaimana agar anggota Dewan tidak diposisikan sebagai anak buah Trump yang dikenal sering berpikiran tidak lazim," papar Dino. 

Ia juga meminta Menlu memberi informasi terkait alasan biaya keanggotaan permanen 1 miliar dolar AS yang menurutnya dapat menimbulkan kesan transaksional dan elitis dalam sebuah forum yang seharusnya berorientasi pada perdamaian.

Kemudian terkait keputusan Indonesia akan ikut membayar atau tidak. Dino menilai hal itu perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. 

"Rakyat Indonesia butuh, dan berhak, mendapat penjelasan yg gamblang mengenai ini," tegasnya. 

Terakhir ia menyarankan agar Wamenlu Anis Matta yang ditugaskan menangani politik luar negeri di kawasan Timur Tengah tampil membantu Menlu Sugiono menjelaskan posisi Indonesia di Board of Peace.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya