Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: Instagram)

Global

MUI Ingatkan Indonesia soal Cacat Struktural Board of Peace

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 08:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Pemerintah RI agar mencermati secara serius keterlibatan dalam forum internasional Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dinilai menyimpan persoalan struktural sejak awal pembentukannya. 

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa kehadiran Israel dalam Board of Peace bukan sekadar persoalan teknis keanggotaan, melainkan menyentuh akar masalah konflik Palestina. 

“Keterlibatan Israel sebagai anggota setara, bukan sebagai occupying power yang harus dimintai pertanggungjawaban, merupakan cacat mendasar,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.


MUI memandang bahwa Board of Peace yang terkait erat dengan inisiatif pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dipimpin Tony Blair, mengusung kerangka perdamaian yang tidak berangkat dari prinsip keadilan. 

Israel, yang selama puluhan tahun melakukan pendudukan dan berbagai pelanggaran hukum internasional terhadap rakyat Palestina, justru ditempatkan setara dengan pihak lain.

“MUI menolak perdamaian semu sebagaimana yang diatur oleh Trump karena sama sekali tidak berbasis pada keadilan,” tegas Sudarnoto. 

Ia mengingatkan bahwa setiap inisiatif perdamaian yang tidak secara tegas mengakui Palestina sebagai bangsa terjajah dan tidak menjadikan pengakhiran pendudukan Israel sebagai prasyarat utama berisiko melanggengkan kolonisasi dalam kemasan baru.

"Board of Peace adalah bentuk nyata langkah neo kolonialisme," ujarnya.

Di sisi lain, MUI tetap menghargai niat Pemerintah Indonesia untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia. 

Namun menurut Sudarnoto, keterlibatan tanpa garis merah yang jelas berpotensi menjadikan Indonesia sebagai legitimasi moral bagi skema internasional yang justru merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Dalam pandangan Islam dan nilai kemanusiaan universal, penjajahan dalam bentuk apa pun adalah kezaliman yang wajib diakhiri,” kata Sudarnoto. 

Untuk itu Sudarnoto mendorong Indonesia untuk bersikap tegas menolak berbagai skema internasional yang berpotensi melegitimasi praktik penjajahan. 

Lebih jauh, MUI juga mengingatkan agar Indonesia tidak ragu mengambil langkah tegas apabila sebuah forum internasional terbukti menyimpang dari prinsip keadilan. 

"Mempertimbangkan secara serius untuk menarik diri secara terhormat dari forum internasional mana pun apabila terbukti benar-benar menyimpang dari prinsip keadilan dan kemerdekaan Palestina," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya