Berita

Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Tapteng, Sumatra Utara (Foto: Istimewa)

Politik

RS Apung Laksamana Malahayati Buka Layanan Pengobatan Gratis di Sibolga

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 09:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Pondokbatu, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara. 

Kehadiran kapal ini mengemban misi kemanusiaan untuk memberikan layanan medis cuma-cuma, khususnya bagi warga yang terdampak bencana di wilayah Tapteng dan sekitarnya.

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menyatakan bahwa kapal rumah sakit ini akan beroperasi di Sibolga hingga 24 Januari 2026. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pengungsi untuk memanfaatkan fasilitas ini.


"Selama periode ini, masyarakat maupun para korban bencana dipersilakan datang dan akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati," ujar Ribka kepada media di Jakarta, Kamis 22 Januari 2026. 

Selain misi medis, kehadiran kapal ini juga membawa pesan sosial yang kuat. Ribka menjelaskan bahwa pada tanggal 23 Januari mendatang, PDIP akan merayakan ulang tahun ke-79 Megawati Soekarnoputri bersama para pengungsi. Tak hanya itu, perayaan Natal Nasional PDIP pun akan digelar di lokasi pengungsian Kecamatan Tukka, Tapteng.

"Perintah Ibu Megawati, perayaan Natal tidak di hotel atau gedung mewah, tetapi bersama dengan saudara-saudara kita yang terdampak bencana," tegas Ribka.

PDIP tidak hanya fokus pada pengobatan fisik. Berbagai program pendukung juga disiapkan di lokasi bencana, antara lain, Trauma Healing untuk pemulihan psikologis korban bencana, Bedah Rumah yaitu merenovasi bagi hunian warga yang rusak terdampak bencana, Bantuan Fasilitas Umum dengan pmmbangunan masjid dan gereja, serta Dukungan Pendidikan dan Logisti dengan pembagian seragam sekolah, sembako, dan bingkisan Natal.

Ketua Panitia Kegiatan, Marinus Gea, mengapresiasi antusiasme warga yang tinggi untuk berobat. Ia memastikan kapal ini memiliki standar medis yang madai, termasuk tenaga dokter spesialis dan fasilitas operasi.

"Dokter tersedia. Jika ditemukan penyakit yang tidak bisa ditangani di kapal, kami akan segera merujuk pasien ke rumah sakit terdekat," pungkas Marinus. 

Sebelum tiba di Tapteng, RS Apung Laksamana Malahayati tercatat telah melayani masyarakat di berbagai pelosok Indonesia, termasuk penanganan bencana di Aceh pada akhir 2025 lalu.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya