Berita

Suasana di tokoh emas Palembang. (Foto: RMOLSumsel/Maya Hasan)

Bisnis

Harga Perhiasan Terus Merangkak Naik Imbas Ketegangan Global

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketegangan geopolitik global kembali berdampak ke pasar emas. Menjelang akhir Januari 2026, harga emas di Palembang merangkak naik seiring meningkatnya minat masyarakat dan investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.

Di Toko Emas Makmur Jaya Palembang, harga emas perhiasan hari ini naik Rp100 ribu menjadi Rp15,2 juta per suku atau setara 6,7 gram untuk kadar 92 persen. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat bergerak stabil dalam beberapa hari terakhir.

Pemilik Toko Emas Makmur Jaya, Awi, mengungkapkan lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan emas dunia menyusul memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.


“Saat kondisi global tidak stabil, masyarakat biasanya kembali memborong emas untuk mengamankan aset. Ini yang mendorong harga terus naik,” kata Awi dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis, 22 Januari 2026.

Kondisi tersebut turut tercermin pada harga emas batangan. Di Butik Antam Palembang, harga emas naik tipis menjadi Rp2.711.763 per gram, dengan harga buyback Rp2.545.000 per gram. Sementara emas Galeri 24 Pegadaian tercatat dijual Rp2.738.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.568.000 per gram.

Meski demikian, tidak semua toko emas mengalami kenaikan. Di Toko Emas Laris Pasar 16 Ilir, harga emas perhiasan masih terpantau stabil. Cincin emas dijual Rp15,1 juta per suku, sedangkan kalung dan gelang dibanderol Rp15 juta per suku, belum berubah dari harga sebelumnya.

Secara global, harga emas dunia mencatat rekor baru. Pada perdagangan Selasa 20 Januari 2026, harga emas melonjak 1,63 persen ke level 4.669,69 Dolar AS per troy ons, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 4.689,39 Dolar AS per troy ons.

Awi memperkirakan tren kenaikan harga emas masih berpeluang berlanjut selama ketegangan politik dan ekonomi global belum mereda.

“Selama konflik dan ketidakpastian masih ada, emas akan tetap menjadi pilihan utama untuk pengamanan nilai aset,” pungkasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya