Berita

IPC TPK area Panjang, Lampung. (Foto: Maritimnews)

Bisnis

Arus Peti Kemas IPC TPK Area Panjang Alami Peningkatan

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Transformasi layanan dan penguatan daya saing terminal berdampak pada peningkatan arus peti kemas di IPC TPK area Panjang, Lampung 

Throughput pada 2025 berhasil tumbuh signifikan mencapai 25,1 persen atau tercatat total sebesar 128.675 TEUs. Peningkatan tersebut didorong oleh lonjakan ekspor komoditas kopi, tapioka, gliserin dan nanas.

Manager Area IPC TPK Panjang, Anang Subagyono menyatakan bahwa keberhasilan peningkatan throughput petikemas di Pelabuhan Panjang tidak terlepas dari komoditi baru serta pola operasi yang tepat.


“Termasuk mendorong optimalisasi layanan CFS (Container Freight Station) dan rute direct call ekspor ke negara-negara Eropa, China dan Asia tengah,” kata Anang dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Sementara itu dalam rangka meningkatkan level of service dan memenuhi kebutuhan fasilitas reefer plug bagi pengguna jasa khususnya produk fresh fruit (frozen shrimp, fresh pineapple, fresh bananas), IPC TPK Panjang telah menyediakan fasilitas reefer plug sebanyak 140 unit.

“Ke depan kami akan terus berupaya meningkatkan performance kinerja melalui penguatan operasional dan layanan, antara lain berkolaborasi dengan customer guna menggali potensi baru untuk meningkatkan volume ekspor dari pelabuhan Panjang,” pungkasnya.


Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya