Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono pada acara Symposium 'Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership' di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 21 Januari 2026. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Koperasi Pesantren Didorong Jadi Kakak Asuh Kopdes Merah Putih

RABU, 21 JANUARI 2026 | 19:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koperasi pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi syariah Indonesia. Koperasi pesantren dapat memainkan peran penting dengan menjadi "kakak asuh" bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, yang menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono,menjelaskan koperasi pesantren yang kini telah berkembang pesat di berbagai provinsi, memiliki potensi besar untuk mendampingi dan membimbing koperasi desa dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif. 

Hal ini disampaikan oleh Menkop saat memberikan sambutan pada acara Symposium 'Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership' di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 21 Januari 2026. 


"Kami ingin koperasi pesantren seperti Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri, dan Nurul Jadid yang telah sukses dalam mengelola bisnis besar seperti pabrik dan retail, untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi pesantren bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat ekosistem koperasi di desa," ujar Menkop.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih yang kini menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi rakyat, berfokus pada berbagai sektor seperti distribusi barang kebutuhan pokok, penyediaan apotek dan klinik desa, serta pengelolaan lembaga keuangan mikro. 

Dengan adanya dukungan dari koperasi pesantren, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang lebih pesat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain dukungan berupa bimbingan dan pengalaman dari koperasi pesantren, pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih juga telah memasuki tahap yang signifikan. Menkop menambahkan, bahwa program ini akan mencakup pembangunan gudang modern untuk penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok dan produk lokal dari desa, serta pembangunan fasilitas apotek dan klinik desa yang akan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat desa.

"Pembangunan fasilitas-fasilitas fisik seperti gudang, apotek, dan klinik desa ini sangat penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi dan sosial di desa. Selain itu, koperasi desa juga akan dilengkapi dengan lembaga keuangan mikro yang bisa memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil mereka," jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih juga akan memiliki fasilitas kendaraan logistik, yang bertujuan untuk memperlancar transportasi barang dari desa ke luar dan sebaliknya, memutus mata rantai distribusi yang panjang dan mahal. 
"Kami ingin koperasi desa ini menjadi instrumen yang paling bawah dalam distribusi barang dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, dengan harga yang lebih murah dan terjangkau," tambahnya.

Lebih lanjut, Menkop mengingatkan bahwa dalam era globalisasi ini, ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi harus menjangkau sektor riil untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. 
"Kami mendorong koperasi-koperasi syariah untuk memperkuat sektor riil dan bergerak lebih aktif dalam mengembangkan ekonomi di masyarakat. Ekonomi syariah harus dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat," jelasnya.

Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah Indonesia. Ia menyebut Indonesia saat ini berada di posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia kata Ferry memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam industri halal global.

"Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kita bisa membawa ekonomi syariah ke tingkat yang lebih tinggi, menciptakan ekosistem ekonomi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," tutup Ferry.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya