Berita

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Gerindra Azis Subekti. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

RABU, 21 JANUARI 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konflik agraria di kawasan hutan merupakan persoalan struktural yang berakar pada tata kelola ruang yang tidak sinkron antara kebijakan negara dan realitas kehidupan masyarakat.

“Negara datang membawa peta, sementara warga telah lebih dulu hadir dengan kehidupan," kata Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, kepada wartawan, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menegaskan, konflik agraria saat ini tidak sesederhana sengketa warga dengan negara. Keterlibatan BUMN, perusahaan pemegang konsesi, program transmigrasi lama, hingga aset strategis negara menunjukkan bahwa konflik merupakan warisan kebijakan lintas sektor yang terpecah-pecah.


Azis pun mengapresiasi perubahan pendekatan pemerintah yang kini berbasis analisis spasial dan penelusuran kronologis penguasaan tanah. 

Namun, Anggota Pansus Penyelesaian Konflik Agraria dari Fraksi Gerindra ini mengingatkan bahwa hasil pembacaan data justru menunjukkan sebagian besar konflik di kawasan hutan tidak bisa diselesaikan secara cepat.

“Di sejumlah wilayah, ribuan bidang tanah telah dikuasai masyarakat selama puluhan tahun, tetapi tidak memenuhi syarat penyelesaian teknis sederhana," kata Azis. 

Menurut Azis, reforma agraria tidak boleh diukur hanya dari jumlah sertipikat. Tanpa penataan akses, pendampingan, dan kepastian lintas kebijakan, legalisasi tanah berpotensi memindahkan konflik ke bentuk lain.

“Konflik agraria di kawasan hutan bukan soal memilih antara menjaga hutan atau membela warga. Ia adalah soal menata ulang relasi negara dengan ruang hidup rakyatnya,” pungkas Azis.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya