Berita

Kolase logo Partai Gema Bangsa (PGB) dan Partai Gerakan Rakyat (PGR). (Foto: RMOL)

Politik

Partai Baru Incar Kekuasaan Tanpa Ideologi Kuat

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis politik Nurul Fatta menyoroti fenomena kehadiran partai politik baru di Indonesia. Terlebih, dua partai politik baru langsung mengunci dukungan kepada calon presiden.

Teranyar, Partai Gema Bangsa (PGB) secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, sementara Partai Gerakan Rakyat (PGR) memposisikan diri sebagai partai pendukung Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden 2029.

Menurutnya, hampir semua partai baru saat ini mengusung semangat nasionalis religius atau religius nasionalis, namun tanpa ideologi yang jelas.


“Partai-partai ini mencoba merangkul semua golongan tanpa arah ideologis yang jelas, yang akhirnya membuat mereka terlihat seragam dan hanya pragmatis mmencari kekuasaan, yang kemudian ini disebut sebagai Catch-all party,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Selasa, 20 Januari 2025.

Fatta menjelaskan dampaknya terhadap masyarakat cukup serius. Dengan tidak adanya keterikatan ideologis yang kuat, publik cenderung berpindah-pindah pilihan. 

Padahal, party ID atau loyalitas ideologis partai penting untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan arah tujuan negara.

“Kita membutuhkan partai yang lahir dari cleavage sosial yang jelas, seperti kelas tertentu, agama, pusat-daerah, sebab jika tidak ada cleavage baru, maka tidak ada basis elektoral baru,” jelas Fatta.

Menurutnya, bahkan partai yang seharusnya memiliki basis kuat seperti partai buruh pun menghadapi masalah fragmentasi. 

"Bahkan partai politik yang seharusnya memiliki basis elektoral yang kuat itu partai buruh, nyatanya buruh sendiri pun terfragmentasi. Ini masalah kita," ungkap Fatta.

Dia pun menekankan bahwa bagi partai baru, membangun ideologi yang jelas dan basis sosial yang nyata menjadi kunci agar tidak sekadar menjadi kendaraan pragmatis bagi elite politik, tapi benar-benar mampu memberi representasi bagi masyarakat.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya