Berita

Bendera Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat. (Foto: Istimewa)

Politik

Partai Baru Lebih Mirip Fans Club

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 06:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran Partai Gema Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru disorot analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat.

Menariknya, Partai Gema Bangsa langsung memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilu 2029. Sementara Partai Gerakan Rakyat mendorong Anies Baswedan kembali jadi Capres.

"Memang Prabowo orang hebat, tapi kalau membentuk partai baru dan tiba-tiba nebeng keteneran Prabowo, kenapa enggak bikin fans club saja?," ujar Hensat, Selasa, 20 Januari 2026.


Menurutnya, kehadiran partai politik baru seharusnya bisa menambah warna dan pilihan politik baru untuk masyarakat.
Namun, ia melihat partai baru justru seperti menjadikan mereka hanya sebagas komoditas elektoral demi posisi.

"Seharusnya partai baru itu bisa menghadirkan sesuatu yang fresh atau mungkin berbeda untuk masyarakat, buat apa membentuk partai baru namun tidak bisa menghadirkan hal yang berbeda dibandingkan partai-partai yang sudah ada sekarang," kata Hensat.

Dia melihat, pembentukan partai baru harusnya menjadi cermin koreksi terhadap partai politik lama. Sehingga, selain mengakomodir kepentingan parpol itu sendiri, mereka juga bisa menjadi perwakilan dari masyarakat yang belum terwakilkan.

"Jika begini caranya, mungkin secara kepentingan elite politik terpenuhi, tapi masyarakat tidak melihat ada sesuatu yang baru dan ini justru masalahnya," ujar Hensa.

Oleh karena itu, partai politik baru seharusnya bisa tampil sebagai kontestan yang menjadi pembeda, tidak sekedar penumpang baru dalam rombongan lama demi posisi belaka.

"Publik juga harus menyikapi secara tegas, jika melihat fenomena seperti mereka layak mempertanyakan intensi sebenarnya dari pembentukan parpol ini apa," pungkas Hensat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya